Bupati Aceh Besar Ikuti Pemaparan Rencana Bisnis Perumda Tirta Mountala 2026–2030


KOTA JANTHO (Waspada.id): Rencana bisnis (business plan) disusun dengan maksud dan tujuan utama memberikan arah yang jelas bagi operasional perusahaan, mengamankan pendanaan, serta meminimalkan risiko kerugian. Guna mendukung kelancaran manajemen, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Bersih Tirta Mountala Aceh Besar menggelar pemaparan Rencana Bisnis Tahun 2026–2030 di Ruang Rapat Utama Perumda Tirta Mountala Aceh Besar, Gampong Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa (13/10/2026).
Pemaparan disampaikan oleh Enjang Hasanuddin, S.E., selaku tim penyusun, melalui Zoom Meeting. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) Perumda Tirta Mountala, didampingi Sekretaris Daerah Aceh Besar Badrul Jamil, yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas Perumda Tirta Mountala Aceh Besar; Kepala Dinas Sosial Aceh Besar Darwan Asrizal; Plt. Direktur Utama Perumda Tirta
Mountala Ir. Yusmadi; Plt. Direktur Teknik T. Abulis Samarkhan; Kabid Cipta Karya dan Perumahan Dinas PUPR Aceh Besar Dedy Gusrian; Fadhil dan Adytia Warman dari Bappeda Aceh Besar; serta sejumlah staf Perumda Tirta Mountala Aceh Besar.

Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris saat membuka sesi pemaparan menyampaikan bahwa rencana bisnis sangat penting bagi Perumda Tirta Mountala untuk memberikan arah dan pedoman, sekaligus menjadi peta jalan (roadmap) agar visi, misi, dan target perusahaan dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan.
"Rencana bisnis Perumda Tirta Mountala Aceh Besar merupakan bagian yang sangat penting dalam menjalankan manajemen perusahaan. Renbis ini akan menjadi acuan, pedoman, atau roadmap dalam menentukan arah dan kebijakan serta target yang ingin dicapai dalam pengambilan keputusan nantinya, baik bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Besar maupun bagi perusahaan," ujar Bupati yang akrab disapa Syech Muharram.
Bupati berharap pihak manajemen Perumda Tirta Mountala Aceh Besar, khususnya, dan instansi terkait lainnya serius mencermati pemaparan konsep rencana bisnis tersebut sehingga program kerja dan operasional dalam lima tahun mendatang dapat berhasil guna dan berdaya guna bagi pemenuhan kebutuhan serta pelayanan air bersih bagi masyarakat Aceh Besar.
"Saya berharap semua kita di sini, khususnya pihak manajemen Perumda Tirta Mountala, lebih serius mempelajari dan mencermati pemaparan konsep Renbis ini sebelum dilakukan finalisasi. Pada gilirannya nanti, perencanaan ini akan berhasil guna dan berdaya guna bagi pemenuhan kebutuhan serta pelayanan air bersih bagi masyarakat Aceh Besar," tambahnya.
Pada sesi pemaparan, penyusun konsep rencana bisnis Perumda Tirta Mountala Aceh Besar, Enjang Hasanuddin, S.E., mengawali penjelasannya dengan memaparkan aspek legalitas perusahaan, tujuan penyusunan rencana bisnis, serta visi, misi, dan sasaran atau target perusahaan.
"Tujuan penyusunan Rencana Bisnis Perumda Tirta Mountala Aceh Besar, antara lain, untuk meningkatkan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pelayanan air minum; membuka arah pelaksanaan kegiatan peningkatan pelayanan air minum agar sejalan dengan visi dan misi perusahaan; memudahkan evaluasi kegiatan dan penyusunan program baru; serta meningkatkan kompetensi karyawan," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa unsur legalitas menjadi dasar yang sangat penting dalam melaksanakan aktivitas perusahaan. Selanjutnya, ia memaparkan visi, misi, sasaran, dan target perusahaan.
"Setiap aktivitas perusahaan tentu tidak terlepas dari unsur legalitas, mulai dari perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia hingga qanun dan aturan lainnya. Sementara itu, untuk mencapai tujuan pemenuhan kebutuhan dan pelayanan air minum bagi masyarakat, perusahaan tentu tidak terlepas dari visi, misi, dan target atau sasaran perusahaan. Adapun visi Perumda Air Minum Tirta Mountala Aceh Besar adalah menjadikan perusahaan yang mandiri dan profesional, dengan misi dalam lima tahun ke depan, antara lain, meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan; meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan karyawan; meningkatkan efisiensi biaya dan penagihan rekening; mengoptimalkan sistem operasional produksi dan distribusi; serta meningkatkan kinerja terpadu dan memberikan kontribusi untuk daerah," jelasnya.
Enjang Hasanuddin, S.E., juga menjelaskan berbagai aspek lainnya dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan perusahaan agar semakin maju dan berkembang. (id67)
Berita Terkait






















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda