Bupati Aceh Tamiang Apresiasi Bantuan serta Santunan dari BPJS Ketenagakerjaan dan Yayasan Al-MaghfirahBupati Aceh Tamiang Apresiasi Bantuan serta Santunan dari BPJS Ketenagakerjaan dan Yayasan Al-Maghfirah

TAMIANG (Waspada.id): BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Yayasan Al-Maghfirah menggelar acara penyerahan bantuan alat wirausaha serta santunan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang di Aula Setdakab Aceh Tamiang, Selasa (11/08/2026).
Kegiatan yang mengusung tema "Bangkit lebih cepat, pulih lebih kuat", bertujuan memperkuat perekonomian lokal sekaligus memberikan perlindungan jaminan sosial bagi para penerima manfaat.
Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi, M.H., Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, S.H., jajaran Forkopimda, perwakilan Dandim dan Kapolres, para asisten, Kepala MPD Aceh Tamiang, serta Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan yang mewakili pengurus Yayasan Al-Maghfirah, Dr. Ari Kuswanda.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langsa, Eriadi menyampaikan, bantuan wirausaha yang disalurkan meliputi 500 unit bubu kepiting untuk 35 nelayan, 100 unit rice cooker untuk 100 pelaku UMKM, serta 16 unit mesin jahit untuk 16 penjahit lokal.
"Seluruh penerima bantuan alat usaha ini juga langsung didaftarkan dan mendapatkan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) selama 7 bulan, terhitung sejak Juni 2026 hingga Januari 2027 mendatang," ujar Eriadi.
Eriadi menambahkan, dalam kesempatan tersebut BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan kematian sebesar Rp42 juta secara simbolis kepada ahli waris peserta di Aceh Tamiang yang meninggal dunia. Tidak hanya itu, peserta yang meninggal kecelakaan kerja juga akan mendapatkan beasiswa pendidikan anak secara bertahap hingga perguruan tinggi dengan total mencapai Rp87 juta untuk satu anak atau Rp 174 juta untuk maksimal 2 orang anak.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dapat terus mendukung perluasan cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan (UCJ), khususnya bagi pekerja rentan dan sektor informal (Bukan Penerima Upah). Kami yakin warga Aceh Tamiang bisa bangkit, lebih kuat, dan lebih sejahtera kedepannya,” ungkap Eriadi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan, yang mewakili Yayasan Al-Maghfirah, Dr. Ari Kuswanda menjelaskan bantuan yang disalurkan bersumber dari zakat, infak, dan sedekah para karyawan. Bantuan ini ditujukan untuk memicu pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana.
Total alokasi bantuan pemulihan ekonomi yang dikucurkan Yayasan Al-Maghfirah untuk beberapa wilayah di Aceh mencapai Rp504,5 juta yang menyasar 1.281 penerima manfaat.
“Harapan kami bantuan ini dapat membantu memulihkan kembali perekonomian masyarakat Aceh Tamiang. Semoga bantuan ini dapat diterima dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” ujar Ari.
Selanjutnya Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi, M.H menyampaikan apresiasi tinggi dan terima kasih atas kepedulian BPJS Ketenagakerjaan dan Yayasan Al-Maghfirah kepada warga Aceh Tamiang.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, kami menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya. Bantuan alat usaha ini sangat berarti untuk memulihkan roda perekonomian warga. Ditambah adanya perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan, para pelaku usaha kini memiliki rasa aman dan kepastian dalam bekerja," tutur Armia Pahmi.
Ia berpesan kepada para penerima manfaat agar menjaga serta memaksimalkan penggunaan peralatan yang telah diberikan guna meningkatkan taraf hidup keluarga dan menjadi pendorong kemandirian ekonomi daerah.
“Stimulan yang diberikan jangan digunakan untuk foya-foya, pergunakan untuk usaha. Jadikan bantuan ini sebagai motivasi untuk berkarya,” kata Armia Pahmi.
Armia Pahmi menegaskan, pemulihan roda perekonomian warga pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga dorongan langsung pada sektor usaha mikro dan kecil, masuknya stimulus dari pihak luar sangat krusial untuk mempercepat kemandirian warga yang terdampak.(Id74)























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda