Bupati Agara Dampingi Satgas PRR Pusat Tinjau Lokasi Pasca Bencana di AgaraBupati Agara Dampingi Satgas PRR Pusat Tinjau Lokasi Pasca Bencana di Agara

KUTACANE (Waspada.id): Bupati Agara, H. M. Salim Fakhry, SE, MM bersama Wakil Bupati mendampingi Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pusat serta Satgas PRR Aceh II meninjau sejumlah lokasi terdampak pascabencana di Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu (29/7/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan dalam rangka memantau secara langsung kondisi infrastruktur yang terdampak banjir sekaligus menghimpun data lapangan sebagai dasar percepatan program rehabilitasi dan rekonstruksi oleh pemerintah pusat, katanya kepada Waspada.id, saat dikonfirmasi Kamis (30/7).
Lebih lanjut bupati mengatakan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara terus mendampingi Satgas PRR Pusat dalam proses pendataan agar kondisi riil di lapangan dapat menjadi dasar percepatan penanganan infrastruktur pascabencana.
"Beberapa titik yang kami tinjau hari ini meliputi jembatan dan akses jalan yang mengalami kerusakan akibat bencana. Kami berharap hasil peninjauan ini menjadi dasar percepatan penanganan oleh pemerintah pusat sehingga pembangunan infrastruktur yang rusak dapat segera direalisasikan demi kelancaran aktivitas masyarakat," ujar Bupati.
Ia menyampaikan, hingga saat ini masih terdapat dua jembatan yang belum memasuki tahap pembangunan. Oleh karena itu, kunjungan Satgas PRR diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi sehingga kedua jembatan tersebut segera dibangun dan kembali dimanfaatkan oleh masyarakat.
Ia juga apresiasi kepada seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) beserta seluruh pihak yang selama ini terus bersinergi mendukung percepatan penanganan pascabencana dan pembangunan di Kabupaten Aceh Tenggara.
Turut hadir tambah Bupati, Kepala Bagian Fasilitasi dan Administrasi Jabatan Fungsional Pengawas Inspektorat Kementerian Dalam Negeri beserta jajaran Satgas PRR, Wakil Bupati Aceh Tenggara, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta para pejabat Eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara.
Adapun lokasi yang ditinjau meliputi Jembatan Pante Dona, Jembatan Desa Kuning, Jembatan Desa Pinding, Jembatan Kali Bulan, Jembatan Desa Mbarung, Jembatan Gantung Garuda di Desa Kumbang Jaya, serta Jembatan Desa Natam dan akses jalan Kecamatan Ketambe yang mengalami kerusakan akibat bencana, sebutnya.
Sebelumnya, Kepala Koordinator Wilayah Aceh II Posko Nasional Satgas PRR, Brigjen TNI (Mar) Dr. Guslin, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Aceh Tenggara.
Menurutnya, hasil monitoring di lapangan akan segera dilaporkan kepada pemerintah pusat di Jakarta sebagai bahan pertimbangan dalam percepatan penanganan, khususnya pembangunan dua jembatan yang hingga kini masih terputus. "Pembangunan jembatan gantung relatif dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat, sedangkan pembangunan jembatan permanen memerlukan tahapan perencanaan dan pelaksanaan yang lebih panjang," ujarnya.
Ia menambahkan, secara umum progres rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh Tenggara telah berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat beberapa pekerjaan yang memerlukan percepatan penyelesaian.
Hasil survei lapangan tersebut juga akan segera disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai bahan tindak lanjut guna mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh Tenggara.(id80)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda