Bupati Agara Pantau Alur Sungai dan Sejumlah Jembatan Terdampak Banjir

KUTACANE (Waspada.id): Bupati Aceh Tenggara (Agara), H.M. Salim Fakhry, SE, bersama tim Tenaga Ahli BNPB Pusat dan rombongan memantau kondisi alur sungai dan sejumlah jembatan yang terdampak bencana, Rabu (16/9). Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus mematangkan rencana penanganan pascabencana.
Ke-14 titik yang ditinjau yakni Sungai Lawe Bulan di Jembatan Pulo Latong, Jembatan Pajak Pagi, Jembatan PWI, dan Jembatan Titi Abri.
Selanjutnya, Sungai Lawe Kisam di Desa Peseluk Pesimbe, jaringan irigasi Desa Peseluk Pesimbe, Sungai Lawe Kisam Desa Kandang Mbelang, serta Jembatan Kandang Mbelang Mandiri.
Kemudian, Sungai Lawe Kinga Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, Sungai Lawe Kinga Desa Lawe Hijo, Jembatan Mbarung, Jembatan Natam, Desa Buah Pala di alur Sungai Lawe Kinga, serta Sungai Pancariman di Desa Lawe Kisam.
Bupati Aceh Tenggara Salim Fakhry mengatakan, peninjauan tersebut dilakukan bersama tim BNPB yang ditugaskan untuk melihat langsung kondisi sejumlah lokasi yang sebelumnya terdampak bencana.
Menurutnya, kondisi sejumlah jembatan membutuhkan penanganan secepatnya karena menjadi akses penting yang menghubungkan masyarakat, termasuk wilayah Kecamatan Badar dan Darul Hasanah.
“Permohonan khusus kepada Bapak Menteri PU dan pemerintah, mohon secepatnya pembangunan ini bisa segera diselesaikan untuk menghindari risiko yang tidak kita inginkan,” ujar Salim Fakhry.

Sementara itu, Tenaga Ahli Kepala BNPB, Fatchul, mengatakan pihaknya akan serius mendorong penanganan lokasi-lokasi yang mengalami kerusakan dan membahayakan masyarakat.
“Kita akan serius menangani ini karena menyangkut kesulitan masyarakat. Yang kondisinya kritis harus segera diprioritaskan dan dilaporkan kepada pimpinan untuk penanganan kebencanaan darurat,” katanya.
Dari hasil pemantauan di 14 titik, kata Fatchul, sebagian besar merupakan jembatan yang berada di sepanjang alur sungai. Kondisinya beragam, mulai dari terancam terendam hingga berpotensi roboh.
Selain kondisi jembatan, tim juga menemukan pendangkalan yang terjadi di sejumlah alur sungai. Karena itu, titik-titik yang dinilai paling kritis akan menjadi prioritas untuk segera ditangani.
“Ada lima titik yang akan kami coba usulkan melalui Deputi. BPPN R3P akan terus mendorong agar penanganannya bisa segera mendapat dukungan pendanaan dari pemerintah,” ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut turut hadir Wakil Bupati Aceh Tenggara, dr. Heri Al Hilal, Kapolres Agara AKBP Rujianto Dwi Poernomo, para camat, Kadis PUPR Sadli Desky, Kalaksa BPBD Mohd. Asbi, serta jajaran Perkim.(id80)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda