Breaking News
Memuat breaking news...

Bupati Al-Farlaky Ajak Masyarakat Rawat Perdamaian Aceh hingga Anak Cucu

Redaksi
Redaksi
Kamis, 13 Agustus 2026 - 5.43 PM WIB
Bupati Al-Farlaky Ajak Masyarakat Rawat Perdamaian Aceh hingga Anak Cucu
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengimbau seluruh camat dan keuchik untuk mengajak masyarakat melaksanakan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

ACEH TIMUR (Waspada.id): Memperingati Hari Damai Aceh ke-21 tahun 2026 penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki pada 15 Agustus 2005, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si mengimbau seluruh camat dan keuchik di Kabupaten Aceh Timur untuk mengajak masyarakat melaksanakan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh.

Doa bersama tersebut diharapkan dapat dilaksanakan di masjid, meunasah maupun surau yang ada di masing-masing wilayah sebagai bentuk rasa syukur atas perdamaian yang telah terwujud di Aceh.

“Perdamaian Aceh ini tidak hadir dalam waktu yang singkat. Perdamaian lahir melalui proses yang panjang dan harus kita syukuri bersama,” kata Al-Farlaky dalam siaran persnya yang disiarkan melalui Bagian Prokopim Setdakab Aceh Timur, Kamis (13/08/2026.).

Menurutnya, perdamaian telah memberikan ruang bagi masyarakat Aceh untuk kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang. Aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat juga dapat tumbuh dan bergerak kembali setelah melalui masa panjang yang penuh tantangan.

Karena itu, Al-Farlaky mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya memperingati perdamaian, tetapi juga terus menjaga dan merawatnya dalam kehidupan sehari-hari.

“Perdamaian ini adalah anugerah yang harus kita jaga. Jangan sampai generasi kita hari ini hanya menikmati perdamaian, tetapi tidak mampu mewariskannya kepada anak cucu kita,” kata Al- Farlaky.

Politisi muda Partai Aceh ini menegaskan, menjaga perdamaian merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh masyarakat memiliki peran dalam menciptakan suasana yang aman, damai dan kondusif.

Momentum peringatan Hari Damai Aceh, lanjutnya, hendaknya menjadi kesempatan untuk kembali mengingat pentingnya persatuan serta memperkuat komitmen bersama agar perdamaian tetap terpelihara di Aceh.

“Semoga doa yang kita panjatkan bersama menjadi bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar agar perdamaian Aceh terus terjaga hingga anak cucu kita,” demikian tutup mantan Anggota DPRA Aceh ini.(Id74)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement