Breaking News
Memuat breaking news...

Bupati Asri Ludin Tambunan Resmikan Kampung Berkah Syahmad dan Dorong Penataan Kawasan Kumuh

Redaksi
Redaksi
Selasa, 6 Oktober 2026 - 5.17 PM WIB
Bupati Asri Ludin Tambunan Resmikan Kampung Berkah Syahmad dan Dorong Penataan Kawasan Kumuh
Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan meresmikan Kampung Berkah Syahmad di Kelurahan Syahmad, Kecamatan Lubukpakam, Selasa (6/10/26). Waspada.id/syahril
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LUBUKPAKAM (Waspada.id): Bupati Deliserdang dr. H. Asri Ludin Tambunan meresmikan Kampung Berkah Syahmad di Kelurahan Syahmad, Kecamatan Lubukpakam, Selasa (6/10/26).

Peresmian tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang menata kawasan kumuh secara terpadu, tidak hanya melalui perbaikan jalan, tetapi juga menyentuh persoalan air bersih, sanitasi, drainase, rumah tidak layak huni hingga penataan lingkungan.

Dikesempatan itu, Bupati Asri Ludin Tambunan mengatakan, penataan kawasan kumuh harus mampu meningkatkan kualitas hidup, sekaligus mengangkat harkat dan martabat masyarakat.

“Tidak hanya sekadar membagusi jalannya, tapi juga menata air minumnya, sanitasinya, membangun perumahan dan drainasenya,” kata Asri Ludin.

Selain itu, ia berharap masyarakat ikut menjaga berbagai fasilitas yang telah dibangun pemerintah. Karena menurutnya, pembangunan tersebut pada hakikatnya merupakan hasil dari uang masyarakat yang dikembalikan dalam bentuk pembangunan.

Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan menyerahkan kunci rumah dan surat tanah kepada warga saat meresmikan Kampung Berkah Syahmad di Kelurahan Syahmad, Kecamatan Lubukpakam, Selasa (6/10/26). Waspada.id/syahril

“Yang dibangun ini bukan uang saya. Ini uang Bapak-Ibu semua. Saya hanya memindahkan apa yang Bapak-Ibu bayar ke sini. Jadi tolong dijaga,” tegas Asri Ludin .

Asri Ludin juga meminta masyarakat tidak kembali membuang sampah sembarangan ke parit maupun sungai serta tidak mendirikan bangunan terlalu dekat dengan badan sungai.

Menurutnya, pola permukiman di sepanjang sungai juga perlu diubah. Ia menginginkan rumah-rumah yang berada di tepian sungai, ke depan dibangun menghadap sungai, bukan membelakanginya.

“Kalau tampak depan rumah kita menghadap ke sungai, kita akan berharap sungai itu menjadi pemandangan yang indah setiap kali kita bangun. Kalau rumah membelangkangi sungai, maka sampah semakin gampang membuangnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Asri Ludin juga melontarkan teguran keras kepada lurah dan kepala lingkungan (kepling) terkait pelayanan kepada masyarakat.

Ia mempertanyakan kinerja kepling yang dinilai belum maksimal dalam mengurus persoalan warga, mulai dari kebersihan, banjir, hingga pelayanan administrasi.

“ Sampai hari ini saya tidak tahu apa tugas kepling di Lubukpakam ini yang sudah dikenakan. Ngutip PBB tidak, melaporkan kebersihan tidak, melaporkan tempat yang banjir juga tidak, mendamaikan warga juga tidak. Jadi tugas kepling itu apa?

Untuk itu, Asri Ludin meminta Camat Lubukpakam untuk mengevaluasi seluruh kepling di wilayah tersebut.

Menurut Asri, perangkat pemerintahan paling bawah harus menjadi orang yang paling memahami persoalan masyarakat di lingkungannya.

“Kepling itu harus mengurus warganya. Sebagai perangkat paling bawah, dia harus mengurus warganya,” tegasnya.

Asri juga meminta jajaran pemerintahan memberikan kepastian kepada masyarakat dan tidak memperlambat pelayanan. Termasuk tidak ada lagi praktik memperlambat pelayanan dengan tujuan tertentu.

“Yang mana bisa diselesaikan cepat, selesaikan cepat. Yang memang harus dipelajari terlebih dahulu, pelajari. Tapi yang pasti kita harus memberikan kepastian kepada warga,”pintanya.

Pada kesempatan tersebut, Asri Ludin juga membuka sesi tanya jawab dengan warga.

Terkait persoalan banjir yang disampaikan warga, Asri Ludin mengatakan bahwa Pemkab Deliserdang akan melakukan penanganan secara bertahap melalui normalisasi dan penataan drainase.

Untuk kebutuhan bronjong, Asri Ludin menyebut penanganannya akan diprogramkan. Sementara normalisasi yang dapat dilakukan menggunakan alat berat akan diupayakan lebih cepat.

Ia menyebutkan, dari puluhan kawasan kumuh yang menjadi perhatian pemerintah, jumlahnya kini terus berkurang melalui intervensi terpadu. Pemkab menargetkan seluruh kawasan kumuh di Deliserdang dapat terselesaikan pada 2027-2028.

“Harus punya target. Kita harapkan 2027-2028 semua kawasan kumuh Kabupaten Deliserdang sudah selesai kita tangani,” papar.

Asri Ludin menambahkan, penjelasan soal desil 1 yang sebelumnya rumah Usman yang sudah selesai di bangun , penanganan dilakukan berdasarkan skala prioritas. Warga pada desil satu menjadi sasaran utama sebelum intervensi dilanjutkan ke kelompok berikutnya.

“Desil satu ini yang harus kita selesaikan dulu. Setelah satu selesai, naik kedua, dua selesai naik ketiga,” ujarnya.

Selain penataan kawasan, ia juga meminta relawan pemadam kebakaran yang berada di tengah masyarakat tidak hanya berperan ketika kebakaran terjadi, tetapi aktif melakukan pencegahan dan edukasi.

Karena itu diminta agar relawan memberikan pelatihan kepada masyarakat, khususnya cara menghadapi kebakaran rumah tangga, seperti kebocoran gas atau kompor terbakar.

“Yang mesti dikerjakan nomor satu adalah bagaimana mencegah terjadinya kebakaran. Kalau kita tidak tahu ilmunya, kita tidak akan tenang. Karena itu relawan-relawan pemadam kebakaran ini yang harus mengajarkan ilmunya,” harapnya, seraya meminta agar relawan menjadi perhatian, termasuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam acara tersebut, Pemkab Deliserdang juga membahas sinergi dengan PLN terkait program listrik masuk desa.

Perwakilan PLN menyatakan siap mendukung program pemerintah daerah, termasuk melakukan survei terhadap wilayah yang belum mendapatkan akses listrik dan mengusulkannya kepada pemerintah pusat.

Namun, Asri Ludin Tambunan meminta program tersebut tetap memperhatikan status dan legalitas lahan. Ia mengingatkan pembangunan jaringan listrik jangan dikawasan dengan status tanah yang belum jelas, termasuk lahan eks-HGU yang berpotensi memunculkan persoalan baru di kemudian hari.

"Kebijakan pembangunan harus memberikan manfaat jangka panjang dan tidak meninggalkan konflik sosial bagi masyarakat," tuturnya.

Asri Ludin meminta pola serupa dapat terus dikembangkan di wilayah lain, sehingga pembangunan tidak berhenti pada perubahan fisik, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas hidup masyarakat.

“Apapun yang kita kerjakan, kalau tidak berdampak kepada masyarakat, itu tidak ada gunanya,” pungkasnya.

Turut hadir kegiatan tersebut Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (Perkimtan) Janso Sipahutar, Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang Rachmasyah, Kadis Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Suparno, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kabag , Camat Lubukpakam Wahyu Rismiana, lurah serta sejumlah pejabat lainya.(id.28/syahril)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement