Bupati Minta Air Disemprot, Wabup Pidie Malah Melompat


SIGLI (Waspada.id): Air rupanya tidak mengenal pangkat dan jabatan. Ketika Bupati Pidie H Sarjani Abdullah SH, MH meminta petugas mengulangi semprotan mobil pemadam kebakaran, Wakil Bupati Pidie Alzaizi Umar justru harus melakukan “langkah seribu” menghindari semburan air.
Lucunya, sang Bupati yang berdiri tak jauh di sampingnya tetap khusyuk menyaksikan semprotan, tanpa menyadari sang wakil sedang melakukan aksi penyelamatan kecil di sebelahnya.
Momen kocak tersebut terjadi saat Apel Siaga Bencana Kabupaten Pidie Tahun 2026 yang digelar di halaman Gedung Pidie Convention Center (PCC), Rabu (9/9/2026).
Saat uji coba mobil pemadam kebakaran berlangsung, Bupati H Sarjani meminta petugas kembali melakukan demonstrasi semprotan air.
Petugas pun mengarahkan selang dan menyemburkan air dengan tekanan kuat.
Namun, begitu air meluncur, Alzaizi yang berdiri di dekat Bupati spontan menghindar.
Ia bahkan sempat melompat kecil, seolah-olah sedang menghindari gelombang yang datang tiba-tiba.
Yang membuat kejadian itu semakin menggelitik, Bupati H Sarjani yang berada tidak jauh dari Wabup ternyata tidak menyadari aksi lompatan tersebut.
Bupati tetap fokus memperhatikan kemampuan mobil pemadam kebakaran, sementara Wabup sibuk memastikan dirinya tidak ikut “mandi gratis” dari hasil uji coba.
Momen spontan itu pun membuat beberapa orang yang berada di sekitar lokasi tersenyum dan tertawa melihat aksi refleks Wakil Bupati yang tiba-tiba melompat menghindari semprotan air.
Bupati meminta air disemprot, Wabup malah melompat. Sebuah adegan singkat yang mungkin tidak tercantum dalam susunan acara, tetapi cukup untuk menjadi cerita tersendiri dari apel siaga bencana tahun ini.

Bupati Pidie H Sarjani Abdullah sedang uji coba semprotan air dari armada pemadam kebakaran, Rabu (9/9) Waspada.id/Muhammad Riza
Ibarat air yang datang tanpa diundang, refleks pun bekerja tanpa aba-aba. Bedanya, kali ini yang diuji bukan hanya kekuatan semprotan mobil pemadam, tetapi juga kecepatan kaki Wakil Bupati mencari posisi aman.
Apel Siaga Bencana Kabupaten Pidie Tahun 2026 dihadiri Wakil Bupati Pidie Alzaizi Umar, unsur Forkopimda, TNI, Polri, BPBD, petugas pemadam kebakaran, SAR serta unsur terkait lainnya.
Demonstrasi mobil pemadam kebakaran menjadi bagian dari kegiatan untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Kabupaten Pidie.
Pada akhirnya, dari semprotan air itu kita belajar satu hal sederhana: bencana bisa datang tanpa aba-aba, tetapi refleks jangan sampai kehilangan irama.
Bupati boleh meminta semprotan diulang, petugas boleh menekan pompa lebih kuat, tetapi Wabup punya hak alamiah untuk menyelamatkan pakaian dari “mandi gratis”.
Sebab, dalam kehidupan, yang penting bukan siapa yang lebih dulu terkena air, melainkan siapa yang paling cepat menyadari bahwa air sedang menuju ke arahnya.
Dan hari itu, Alzaizi Umar membuktikan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya soal alat dan personel, tetapi juga soal kaki yang sigap melompat ketika keadaan mulai “basah”.
Barangkali Bupati tidak melihat lompatan itu. Namun, beberapa pasang mata di sekitar lokasi melihat dan tersenyum. Karena kadang-kadang, pesan kesiapsiagaan paling mudah diingat bukan dari pidato panjang, melainkan dari satu lompatan kecil yang menyelamatkan seseorang dari semprotan air. (Id69)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda