Bupati Minta Sekolah Jaga Siswa, PGRI Bantu Guru dan Siswa Korban Kebakaran


KUTACANE (Waspada.id): Bupati Aceh Tenggara, HM Salim Fakhry, meminta para kepala sekolah meningkatkan pengawasan terhadap siswa agar tidak berkeliaran di luar lingkungan sekolah selama jam pelajaran.
Permintaan itu disampaikan Bupati saat melantik 16 pengurus cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) se-Kabupaten Aceh Tenggara periode 2024–2029 di Aula Dinas Pendidikan, Selasa (20/10).
Bupati menegaskan pentingnya menjaga hak dan kesejahteraan tenaga pendidik. Ia mengingatkan agar bantuan disalurkan secara utuh tanpa pemotongan.
"Jaga anak-anak kita seperti anak sendiri. Pastikan mereka belajar di sekolah, bukan di luar pagar saat jam pelajaran," ujar Bupati.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PGRI Aceh Tenggara, Zulkifli, mengatakan pelantikan tersebut dirangkaikan dengan penyaluran bantuan bagi tenaga pendidik dan siswa yang tertimpa musibah.
PGRI menyalurkan bantuan senilai total Rp5,6 juta kepada 113 guru dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, hingga madrasah. Bantuan juga diberikan kepada 13 siswa korban kebakaran, terdiri atas 10 siswa SD dan tiga siswa SMP. Masing-masing siswa menerima Rp1 juta beserta tas, alat tulis, dan perlengkapan sekolah.
Bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban sekaligus menyemangati anak-anak untuk tetap bersekolah.
Zulkifli berharap kepengurusan baru semakin memperkuat persatuan guru serta meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan dan sertifikasi tenaga pendidik.
Pelantikan turut dihadiri Sekretaris Daerah, Wakapolres Aceh Tenggara, perwakilan Dandim 0108/Agara, perwakilan Kejaksaan Negeri, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), Kepala Kantor Kementerian Agama, pejabat eselon II dan III, pengurus PGRI, serta para kepala sekolah.(id80)
Berita Terkait





































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda