Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Bupati Pidie Buka MTQ, Zukhri Soroti Objektivitas Penilaian

Redaksi
Redaksi
Minggu, 8 November 2026 - 8.09 PM WIB
Bupati Pidie Buka MTQ, Zukhri Soroti Objektivitas Penilaian
Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah melantik 60 dewan hakim MTQ XXXVIII Tahun 2026. Waspada.id/Muhammad Riza
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PIDIE (Waspada.id): Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXVIII Kabupaten Pidie Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi keagamaan, tetapi juga momentum mengukur keseriusan pembinaan generasi Qur’ani dan integritas penyelenggaraannya.

Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah mendorong penguatan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat, sementara tokoh masyarakat Zukhri Mauluddinsyah Adan mengingatkan pentingnya objektivitas dan keadilan dalam penilaian peserta.

MTQ secara resmi dibuka Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, M.H., didampingi Wakil Bupati Alzaizi Umar, di Lapangan Persimura Bandar Mutiara, Kecamatan Mutiara Timur, Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga 13 November 2026 tersebut diikuti 770 peserta dari 23 kafilah kecamatan. Sebanyak delapan cabang diperlombakan, yakni Tilawah, Qira’ah Sab’ah, Fahmil Qur’an, Khattil Qur’an, Tafsir, Syarhil Qur’an, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), dan Tahfiz Al-Qur’an. Panitia juga melibatkan 60 dewan hakim independen.

Dalam sambutannya, Bupati Sarjani menegaskan bahwa MTQ tidak semata-mata berorientasi pada perebutan prestasi, tetapi menjadi sarana membumikan Al-Qur’an, menumbuhkan kecintaan terhadap kitab suci, serta membentuk generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

Mengusung tema “Al-Qur’an Meusyuhu di Tanah Pedir Mulia, Bersama Al-Qur’an Istiqamah dengan One Day One Ayat”, Bupati berharap masyarakat semakin terdorong membaca, memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Bupati Pidie Buka MTQ, Zukhri Soroti Objektivitas Penilaian

Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah bersama jajaran dewan hakim mengikuti prosesi pembukaan MTQ XXXVIII Kabupaten Pidie Tahun 2026 di Kecamatan Mutiara Timur. Waspada.id/Muhammad Riza

Ia juga mengajak camat, kepala sekolah, pimpinan dayah dan pesantren, serta seluruh elemen masyarakat memperkuat pembinaan generasi Qur’ani melalui gerakan Satu Hari Satu Ayat (One Day One Ayat).

Sementara itu, tokoh masyarakat pemerhati pendidikan dan sosial politik, Zukhri Mauluddinsyah Adan, akrap disapa Ayah Muriara, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pidie dan panitia pelaksana atas terselenggaranya MTQ XXXVIII.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan MTQ tidak cukup diukur dari kemeriahan pembukaan, jumlah peserta, maupun banyaknya cabang yang diperlombakan. Lebih dari itu, kualitas penyelenggaraan harus tercermin dari proses kompetisi yang transparan, objektif, dan menjunjung tinggi keadilan.

Zukhri berharap tidak ada lagi subjektivitas dalam penilaian kemampuan peserta pada setiap cabang perlombaan. Menurutnya, kepercayaan terhadap hasil MTQ sangat ditentukan oleh integritas dewan hakim dalam menjalankan tugasnya.

“Kami berharap tidak ada lagi subjektivitas penilaian. Saya yakin dewan hakim tahun ini mampu memberikan penilaian secara objektif, jujur, adil, dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.

Ia menilai, objektivitas bukan sekadar persoalan teknis penjurian, melainkan prinsip mendasar dalam menjaga legitimasi sebuah kompetisi. Ketika penilaian dilakukan secara profesional dan berdasarkan standar kemampuan peserta, hasil perlombaan akan lebih mudah diterima semua pihak.

Sebaliknya, penilaian yang dipersepsikan tidak adil berpotensi mengikis kepercayaan peserta, pembina, dan masyarakat terhadap penyelenggaraan MTQ. Karena itu, independensi, konsistensi kriteria, serta tanggung jawab moral harus menjadi landasan setiap keputusan dewan hakim.

“Para juri dan hakim bukan hanya mempertanggungjawabkan pekerjaannya di dunia, tetapi juga sampai ke akhirat. Amanah ini harus dijalankan dengan kejujuran dan keadilan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Zukhri menekankan bahwa pembinaan generasi Qur’ani merupakan investasi sosial dan pendidikan jangka panjang. Pemerintah tidak cukup hanya menghadirkan kompetisi tahunan, tetapi perlu memastikan pembinaan berlangsung secara berkelanjutan melalui sekolah, dayah, pesantren, dan lingkungan keluarga.

Ia mengapresiasi program pembinaan yang telah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Pidie di bawah kepemimpinan Bupati Sarjani Abdullah bersama Wakil Bupati Alzaizi Umar. Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan konsistensi kebijakan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

“Prestasi akan lahir dari kejujuran, objektivitas, keadilan, dan profesionalitas. Pembinaan generasi juga harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah,” pungkasnya.

MTQ XXXVIII Kabupaten Pidie turut dihadiri unsur Forkopimda, Sekda Pidie Drs. Samsul Azhar, M.AP., Ketua TP-PKK Pidie Ny. Hj. Rohana Razali Sarjani, S.TP., Ketua LPTQ Aceh Dr. H. Hajarur Akbar, M.A., Kakankemenag Pidie H. Samhudi, S.Si., para kepala SKPK, camat, pengurus LPTQ kecamatan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta para dewan hakim. (Id69)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement