Bupati Pidie Jaya Minta Dukungan Pusat Percepat Pemulihan Ekonomi PascabanjirBupati Pidie Jaya Minta Dukungan Pusat Percepat Pemulihan Ekonomi Pascabanjir

MEUREUDU (Waspada.id): Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya meminta dukungan lintas kementerian untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat setelah banjir hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah di daerah itu.
Permintaan tersebut disampaikan Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi saat mendampingi tim pemerintah pusat meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir, Sabtu (8/8).
Tim pemerintah pusat yang berjumlah sekitar 20 orang melibatkan pejabat dari Kemenko Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perdagangan serta Kementerian Ekonomi Kreatif.
Mereka meninjau hunian sementara (huntara), lahan pertanian, tambak dan kolam masyarakat, pasar, UMKM serta sejumlah potensi ekonomi kreatif yang terdampak bencana.
Sibral mengatakan, memasuki masa transisi menuju pemulihan, kebutuhan masyarakat telah bergeser dari sekadar penanganan dampak bencana menuju pemulihan mata pencaharian.
“Prioritas kita sekarang adalah bagaimana masyarakat kembali bekerja dan memperoleh penghasilan. Lahan pertanian harus kembali produktif, tambak dan usaha perikanan harus dipulihkan, perdagangan harus bergerak dan masyarakat yang terdampak harus mendapatkan dukungan untuk bangkit,” kata Sibral.
Di sektor pertanian, persoalan utama yang dihadapi adalah rusaknya jaringan irigasi dan tingginya endapan lumpur di lahan persawahan.
Pemkab Pidie Jaya mengusulkan dukungan sekitar Rp150 miliar untuk rehabilitasi dan pencetakan lahan pertanian. Pemerintah daerah juga meminta tambahan alat berat untuk mempercepat pembersihan dan pemulihan lahan.
Menurut Sibral, satu unit ekskavator yang telah diberikan pemerintah pusat sangat membantu, tetapi belum mencukupi untuk menangani luasnya lahan terdampak.
“Jangan sampai masyarakat terlalu lama menunggu. Semakin lama lahan tidak bisa digunakan, semakin besar kerugian yang ditanggung petani,” ujarnya.
Pemkab juga mendorong pemetaan cepat untuk memilah lahan yang masih dapat dikembalikan menjadi sawah dan lahan yang membutuhkan alternatif pemanfaatan.
Di sektor perikanan, pemerintah daerah memprioritaskan rehabilitasi tambak dan kolam serta pemulihan aktivitas nelayan dan pembudidaya ikan. Bantuan benih, pakan dan sarana produksi dinilai mendesak agar masyarakat dapat kembali berproduksi.
“Pemulihan bukan hanya membersihkan lahan atau memperbaiki infrastruktur. Yang paling penting adalah memastikan masyarakat kembali memiliki modal untuk berproduksi dan mendapatkan penghasilan,” kata Sibral.
Sektor perdagangan, UMKM, industri kecil dan menengah serta ekonomi kreatif juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah berharap hasil kunjungan tersebut tidak berhenti pada peninjauan lapangan, tetapi berlanjut pada kebijakan dan dukungan anggaran yang konkret.
Sibral menegaskan, pemulihan harus dilakukan secara terpadu dan berbasis data agar intervensi pemerintah tepat sasaran.
“Kami tidak ingin masyarakat merasa ditinggalkan setelah bencana. Pemerintah daerah terus bergerak dan berkoordinasi. Kami berharap pemerintah pusat juga terus hadir sampai masyarakat benar-benar pulih dan kembali produktif,” tegasnya.
Pemkab Pidie Jaya berharap masa transisi menuju pemulihan menjadi momentum untuk membangun kembali sektor pertanian, perikanan, perdagangan dan ekonomi kreatif agar lebih produktif, tangguh dan berkelanjutan. (Nas)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda