Bupati Safaruddin Apresiasi Pembangunan Jaringa Irigasi Tersier Petani AbdyaBupati Safaruddin Apresiasi Pembangunan Jaringa Irigasi Tersier Petani Abdya

BLANGPIDIE (Waspada.id): Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, mengapresiasi Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Aceh yang memperkuat jaringan irigasi tersier di sejumlah wilayah pertanian Kabupaten 'Nanggroe Breuh Sigupai'.
Menurut Safaruddin, pembangunan jaringan irigasi tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi kaum tani, karena ketersediaan dan kelancaran air, merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas lahan, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. “Pemkab Abdya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya BWS Sumatera I Aceh, atas perhatian dan program pembangunan jaringan irigasi, yang dilaksanakan di Abdya, yang memang sangat dibutuhkan,” kata Safaruddin.
Ia menilai, pembangunan infrastruktur irigasi, tidak semata berkaitan dengan pekerjaan fisik, tetapi menyangkut kepastian petani dalam mengelola lahan. Ketika air tersedia secara cukup dan distribusinya merata, peluang meningkatkan indeks pertanaman dan produksi pangan akan semakin terbuka.
Safaruddin berharap, program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama petani yang selama ini sangat bergantung pada keberadaan jaringan irigasi, untuk mengatur pola dan musim tanam. “Harapan kita, jaringan yang dibangun ini benar-benar berfungsi optimal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jangan hanya selesai secara fisik, tetapi harus mampu mendukung peningkatan produksi pertanian,” ujarnya.
Bupati Safaruddin juga mengharapkan, kelompok P3A bersama masyarakat, tidak berhenti pada pelaksanaan pembangunan, tetapi ikut menjaga keberlanjutan jaringan setelah pekerjaan selesai.
Menurutnya, infrastruktur irigasi memiliki usia manfaat yang panjang, jika dirawat secara konsisten. Sebaliknya, jaringan yang tidak dipelihara, berpotensi kembali mengalami kerusakan dan mengurangi manfaat program.
Sebagaimana diberitakan Waspada.id sebelumnya, 16 Lokasi, program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) tahun 2026 yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera I Aceh, menyasar 16 kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Abdya, yang tersebar di enam Kecamatan, yakni Setia, Manggeng, Blangpidie, Jeumpa, Babahrot dan Lembah Sabil.
Masing-masing kelompok mendapat pagu Rp195 juta, untuk kegiatan rehabilitasi, peningkatan maupun pembangunan jaringan irigasi tersier, dengan sasaran saluran sekitar 250 hingga 300 meter.
Program tersebut menargetkan peningkatan indeks pertanaman (IP) dari 150 menjadi 200. Dengan meningkatnya fungsi jaringan irigasi, distribusi air ke areal persawahan diharapkan semakin merata, sehingga petani dapat meningkatkan intensitas tanam.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BWS Sumatera I Aceh, Syafrepi, sebelumnya mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap kedaulatan pangan nasional melalui peningkatan fungsi jaringan irigasi. “Dengan distribusi air yang lebih baik, diharapkan indeks pertanaman dapat meningkat dari 150 menjadi 200,” kata Syafrepi.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara swakelola oleh kelompok P3A, tanpa menggunakan kontraktor sebagai pihak ketiga. Kelompok masyarakat terlibat sejak tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan konstruksi hingga pengawasan.
Selain memperkuat infrastruktur pertanian, pola tersebut juga menerapkan sistem padat karya tunai, dengan melibatkan masyarakat setempat.(id82)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda