Bupati Safaruddin Tekankan Dakwah Harus Hadir di Tengah Masyarakat


BLANGPIDIE (Waspada.id): Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mulai memperkuat peran generasi muda dan masyarakat, dalam pembinaan kehidupan keagamaan.
Sebanyak 300 peserta disiapkan menjadi kader da’i dan da’iyah, yang diharapkan mampu berperan aktif menjawab tantangan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
Pelatihan kaderisasi tersebut dibuka Bupati Abdya Safaruddin di Aula Lantai I Masjid Agung Baitul Ghafur, Rabu (2/9) lalu. Kegiatan itu dilaksanakan Dinas Pendidikan Dayah Abdya, sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah, merealisasikan program prioritas Arah Baru Abdya Maju, khususnya pada sektor Peukong Agama.

Safaruddin mengatakan, seorang kader da’i tidak cukup hanya memiliki kemampuan berbicara, atau menyampaikan materi keagamaan. Lebih dari itu, mereka harus mampu menjadi contoh, sekaligus penggerak dalam membangun suasana religius di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, tantangan kehidupan masyarakat terus berkembang, terutama di kalangan generasi muda. Karena itu, keberadaan kader dakwah dituntut mampu hadir dengan pendekatan yang bijak, komunikatif dan sesuai dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Jangan sampai ilmu yang diperoleh hanya berhenti setelah pelatihan selesai. Saya berharap para peserta nantinya benar-benar kembali ke lingkungan masing-masing dan mengimplementasikan ilmu yang didapat,” kata Safaruddin.
Ia menilai kader da’i dan da’iyah memiliki posisi penting sebagai penghubung antara pesan-pesan keagamaan dengan realitas kehidupan masyarakat. “Para kader ini harus menjadi garda terdepan dalam menyampaikan nilai-nilai agama sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat, terutama generasi muda,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Abdya, Tgk Junaidi, menjelaskan, kaderisasi tersebut diikuti 300 peserta, yang dibagi dalam tiga gelombang. Pembagian peserta dilakukan, untuk menjangkau kelompok masyarakat dengan latar belakang berbeda.
Gelombang pertama berlangsung 2-5 September 2026, dengan melibatkan 100 peserta dari unsur pesantren dan santri.
Selanjutnya, gelombang kedua dijadwalkan pada 7-10 September 2026 dengan sasaran 100 siswa SMA sederajat. Sedangkan gelombang terakhir berlangsung 21-24 September 2026 yang diikuti 100 peserta dari organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan dan kelompok masyarakat umum. “Total ada 300 peserta yang kita kaderkan melalui tiga gelombang,” ujar Tgk Junaidi.
Ia menegaskan, kemampuan berdakwah tidak semata-mata diukur dari penguasaan materi agama. Seorang da’i juga harus mempunyai integritas dan mampu menampilkan perilaku yang sejalan dengan pesan yang disampaikannya.
Karena itu, pelatihan tidak hanya diarahkan pada peningkatan pemahaman keagamaan, tetapi juga komunikasi dan teknik penyampaian dakwah agar pesan yang disampaikan dapat diterima masyarakat secara tepat. “Kita ingin melahirkan kader yang mampu merangkul masyarakat, khususnya anak-anak muda. Mereka harus mampu menjaga nilai-nilai Islam sekaligus memahami perkembangan dan tantangan zaman,” katanya.
Sejumlah pemateri turut dihadirkan untuk memberikan pembekalan kepada peserta, di antaranya Said Muhiruddin, SE.Ak, M.Sc, Mahyaruddin, SE, dan Dr. Safwan, M.Si.
Pada kesempatan yang sama, Pemkab Abdya juga menyerahkan bantuan sarana pendukung kepada sejumlah dayah. Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah, terhadap peningkatan fasilitas pendidikan dan pembinaan santri di lingkungan dayah.
Sebanyak 40 dayah mendapatkan bantuan sound system. Kemudian sembilan dayah menerima depot air minum dengan sistem reverse osmosis (RO), sedangkan lima dayah lainnya memperoleh mesin serta peralatan laundry.
Tgk Junaidi menyebutkan, bantuan yang diberikan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan operasional dayah. Sejumlah fasilitas juga diharapkan dapat dikembangkan untuk mendukung kemandirian ekonomi lembaga pendidikan tersebut.
Depot air minum RO, misalnya, selain dapat memenuhi kebutuhan air minum santri, juga berpotensi dikembangkan menjadi unit usaha dayah. Begitu pula fasilitas laundry yang diharapkan mampu membantu kebutuhan internal sekaligus menunjang pengelolaan dayah secara lebih mandiri.
Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Sekda Abdya Amrizal, unsur Forkopimda, sejumlah kepala SKPK dan pejabat daerah serta peserta kaderisasi da’i dan da’iyah.(id82)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda