Breaking News
Memuat breaking news...

Bupati Safaruddin Ultimatum Socfindo: CSR Hanya Rp35 Juta,  Silahkan Angkat Kaki Dari Abdya

Redaksi
Redaksi
Rabu, 30 September 2026 - 8.53 PM WIB
Bupati Safaruddin Ultimatum Socfindo: CSR Hanya Rp35 Juta,  Silahkan Angkat Kaki Dari Abdya
Bupati Abdya Safaruddin memimpin Rapat Forum TJSLP 2026, di Aula Bapperida Abdya. Dalam forum itu, Safaruddin mempertanyakan komitmen CSR PT Socfindo untuk masyarakat Abdya. Rabu (30/9).Waspada.id/Syafrizal
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BLANGPIDIE (Waspada.id): Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, mempertanyakan keras komitmen PT Socfin Indonesia (Socfindo), terhadap masyarakat di kabupaten itu.

Pasalnya, perusahaan perkebunan tersebut, disebut belum pernah mengalokasikan CSR secara khusus untuk Abdya, meski aktivitas penampungan dan pengangkutan CPO berlangsung di wilayah setempat.

Pernyataan itu disampaikan Safaruddin saat memimpin Rapat Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Tahun 2026, di Aula Kantor Bapperida Abdya, Rabu (30/9).

Safaruddin menilai, keberadaan fasilitas penimbunan CPO milik Socfindo di Gampong Pulau Kayu, Kecamatan Susoh, semestinya diikuti tanggung jawab sosial, terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Ia bahkan memberikan peringatan tegas. Jika Socfindo tidak menunjukkan komitmen melalui program CSR yang layak, pemerintah daerah meminta perusahaan mempertimbangkan kembali keberadaan fasilitasnya di Abdya. “Ini bukan kepentingan pribadi saya. Saya mempertanyakan CSR, karena yang harus merasakan manfaatnya adalah masyarakat. Kalau memang tidak ada perhatian untuk Abdya, lebih baik tangkinya diangkat dari Pulau Kayu,” tegas Safaruddin.

Dalam forum tersebut, perwakilan PT Socfindo, Ricky Irawan, menyampaikan kesanggupan perusahaan mengalokasikan CSR untuk Abdya, sebesar Rp35 juta per tahun.

Nominal tersebut langsung mendapat respons keras dari Bupati. Safaruddin menilai, nilai CSR yang ditawarkan, belum sebanding dengan keberadaan aktivitas perusahaan di wilayah Abdya, khususnya fasilitas penimbunan CPO di Pulau Kayu. “Kalau hanya Rp35 juta setahun untuk Abdya, lebih baik tangkinya dipindahkan ke Nagan Raya,” ujar Safaruddin.

Ricky menjelaskan, dirinya belum dapat memastikan kemungkinan peningkatan nilai CSR, karena keputusan tersebut harus terlebih dahulu dilaporkan dan mendapat persetujuan pimpinan perusahaan.

Ia juga mengakui, selama ini alokasi CSR Socfindo lebih diarahkan ke Kabupaten Nagan Raya. Sementara di Abdya, bantuan yang diberikan selama ini bersifat insidentil dan menyesuaikan proposal yang diterima perusahaan. “Ke depan kami akan memberikan kontribusi melalui CSR. Namun, untuk besaran di atas Rp35 juta yang disampaikan tadi, akan kami laporkan terlebih dahulu kepada pimpinan,” kata Ricky.

Bupati Safaruddin menegaskan, pemerintah daerah tidak sedang meminta bantuan perusahaan untuk kepentingan pemerintah, melainkan mendorong agar keberadaan investasi dan aktivitas usaha di Abdya, turut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Rapat Forum TJSLP tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Abdya Zaman Akli, Plt Sekda Amrizal, Asisten II Setdakab Abdya Rahwadi, Kepala Bapperida Sufrinaldi, sejumlah kepala SKPK, serta perwakilan BUMN, BUMD dan perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Abdya.(id82)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement