Breaking News
Memuat breaking news...

Bupati Salim Fakhry Larang ASN Guru dan Tenaga Medis Ikut Calon Pengulu Kute

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 26 September 2026 - 5.05 PM WIB
Bupati Salim Fakhry Larang ASN Guru dan Tenaga Medis Ikut Calon Pengulu Kute
Bupati HM Salim Fakhry saat menjelaskan tentang Pilkades serentak di Aceh Tenggara.Waspada/Ali Amran
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

KUTACANE (Waspada.id): Bupati HM Salim Fakhry menegaskan, tak akan menerbitkan izin ASN guru dan tenaga medis ikut menyalonkan jadi pengulu kute (kepala desa).

Penegasan itu disampaikan Bupati Salim Fakhry disela pembacaan sambutan pada rapat paripurna DPRK masa sidang kesatu tentang Perubahan RAPBK Agara Tahun 2026, Jumat (25/9).

"Kita masih sangat membutuhkan bantuan dan jasa ASN guru dan tenaga medis dalam memberikan pelayanan pada masyarakat, dasarnya jelas, yakni 30 ayat 2 huruf n, Qanun Agara nomor 22 tahun 2010," tegas Bupati.

Berdasarkan jadwal yang telah disepakati, pemilihan pengulu kute serentak di Aceh Tenggara direncanakan akan dilaksanakan pada 7 November mendatang.

Namun demikian, ujar Bupati, jadwal pasti pelaksanaan pemilihan pengulu kute serentak akan disampaikan dan dibahas lagi dengan komisi A DPRK Aceh Tenggara.

Pada sisi lain, menyikapi tingginya curah hujan dalam beberapa minggu terakhir yang mengakibatkan banjir, Bupati juga mengingatkan pihak dinas, PUPR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Sosial dan dinas terkaitnya agar tetap siaga.

"Bencana alam kapan saja bisa terjadi, mulai dari kebakaran, banjir sungai, bandang dan angin puting beliung, jadi untuk ini, pejabat terkait harus tetap siaga dan waspada," tegas Bupati.

Kehadiran pejabat dari dinas berkompeten sangat diperlukan masyarajat, terutama di daerah bencana alam. Karena kehadiran dan keputusan pejabat berkompeten bisa menghadirkan peralatan dan bantuan yang dibutuhkan warga.

Hal itu, terbukti saat terjadinya banjir di Kute Peseluk Selimbe Lawe Sky dan Lembah Alas, Bupati, Sekda dan pejabat lainnya hadir di tengah lokasi, dampaknya alat berat juga bisa secepatnya diturunkan ke lokasi banjir dan sangat membantu meminimalisir dampak bencana alama banjir akibat jebolnya tanggul sungai Lawe Kisan. (id79/id80)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement