Bupati Sergai Warning Dapur SPPG, Jangan Sampai MBG Berujung KeracunanBupati Sergai Warning Dapur SPPG, Jangan Sampai MBG Berujung Keracunan

SERGAI (Waspada.id): Bupati Serdangbedagai (Sergai), H. Darma Wijaya mengingatkan pengelola 67 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sergai, agar tidak lengah mengawasi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peringatan yang disampaikan Bupati Darma Wijaya, pada Senin (24/8/2026) itu bukan tanpa alasan. Ia mengingatkan, kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan MBG sempat terjadi di sejumlah daerah. Karena itu dirinya meminta seluruh dapur SPPG di Sergai benar-benar menjalankan konsep zero accident yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut Bupati, titik rawan bukan hanya ketika makanan dibagikan. Pengawasan harus dimulai sejak bahan baku diterima, proses pengolahan, pemorsian hingga makanan sampai kepada penerima manfaat.
“Secara garis besar ada tiga hal yang harus dilakukan serta ditingkatkan oleh seluruh dapur SPPG guna mewujudkan zero accident, yakni pengawasan bahan baku dan kualitas pangan, kebersihan dan higienitas dapur serta pekerja, serta keamanan kerja dan proses distribusi,” tegas Darma Wijaya.
Ia juga meminta pengelola dapur disiplin menjalankan SOP, menjaga kebersihan pekerja dan lingkungan dapur, mengontrol bahan baku serta menggunakan food safety kit untuk pemeriksaan keamanan pangan.
Lebih lanjut, targetnya jelas, kata Darma, jangan sampai program yang diperuntukkan bagi anak-anak, balita, ibu hamil dan ibu menyusui justru menimbulkan persoalan kesehatan.
“Zero accident, yakni nihil kecelakaan atau nol kasus keracunan, menjadi target utama guna memastikan pelaksanaan program MBG berjalan aman tanpa ada insiden kesehatan,” ujarnya.
Di sisi lain, Koordinator BGN Wilayah Sergai Nurhasanah Ritonga mengungkapkan pengawasan dapur SPPG bahkan dilakukan pada jam operasional dini hari.
Dalam dua pekan terakhir, briefing serta monitoring dan evaluasi rutin dilakukan Kepala BGN melalui Zoom pada pukul 02.00 hingga 04.00 WIB.
“Alhamdulillah, sejauh ini 67 dapur SPPG yang sudah beroperasional di Serdang Bedagai dan zero accident,” kata Nurhasanah.
Ia menegaskan, bahwa pengawasan di lapangan dilakukan Korwil bersama KASPPG, pengawas gizi, pengawas keuangan dan relawan. Mereka mengawal proses sejak bahan dipersiapkan, makanan diolah dan diporsikan hingga didistribusikan.
“Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai SOP, aman, dan tertib guna terwujudnya zero accident dalam program MBG,” pungkas Nurhasanah. (bs)


























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda