Breaking News
Memuat breaking news...

Bupati Tapsel Panen Jagung 20 Hektare di SDH

Redaksi
Redaksi
Minggu, 9 Agustus 2026 - 1.04 PM WIB
Bupati Tapsel Panen Jagung 20 Hektare di SDH
Bupati Tapsel panen raya jagung di SDH. (Waspada.id/Ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TAPSEL (Waspada.id): Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, panen raya jagung di lahan 20 hektare (Ha) di Desa Damparan Haunatas, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH) pada Sabtu (8/8/2026).

Binsar Marpaung, pemilik lahan, menyebut awalnya mereka akan menanam jagung di lahan seluas 50 Ha. Namun karena kendala berbagai hal sepertti alat mesin pertanian (alsintan) dan modal, maka jadilah hanya 20 Ha.

"Untuk 1 hektare jagung kita butuh modal antara Rp9 juta sampai Rp13 juta. Tergantung kondisi lahan. Kami mohon perhatian dan bantuan pak Bupati, karena hampir semua kami olah secara manual," kata Binsar Marpaung.

Bupati Tapsel, H. Gus Irawan Pasaribu, menegaskan tidak boleh lagi ada lahan pertanian yang dibiarkan menganggur. Pemerintah telah menyiapkan dukungan permodalan bagi petani melalui Bank Sumut dengan bunga 0 persen pada tahun pertama.

Gus mengatakan, pengembangan jagung menjadi satu upaya Pemkab Tapsel meningkatkan produktivitas pertanian. Juga pertumbuhan ekonomi daerah yang terdampak bencana akhir tahun 2025. Bencana itu sebabkan 3.000 Ha sawah gagal panen.

Menurutnyai, Gerakan 10.000 Ha Jagung terus didorong untuk mengoptimalkan potensi lahan yang ada. Desa Damparan Haunatas berpotensi menjadi sentra pengembangan jagung. karena masih punya puluhan hektare lahan yang bisa dikembangkan.

Untuk mempercepat perluasan areal tanam, Pemkab Tapsel mendorong mekanisasi pertanian. Termasuk penyediaan alat berat, mesin rotary dan mesin pemipil jagung. Namun, pembukaan lahan tetap harus memastikan lahan ada di Area Penggunaan Lain (APL).

Pemkab Tapsel akan memberi pendampingan melalui penyuluh pertanian. Juga kepastian pasar hasil produksi melalui offtaker yang bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Tokoh masyarakat Damparan, Pdt. J. Marpaung, menyebut desa tersebut memiliki sekitar 120 kepala keluarga. Produktivitas jagung dapat mencapai 5–6 ton per hektare.

Bupati Gus Irawan akan membangun ekosistem pertanian secara menyeluruh, mulai dari lahan, modal, bibit, pupuk, pendampingan, mekanisasi hingga kepastian pasar. (Id45)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement