Breaking News
Memuat breaking news...

Cabai Rawit Merah Tembus Rp62.100 Per Kg, Telur Ayam Rp29.250

Redaksi
Redaksi
Senin, 6 Juli 2026 - 9.07 AM WIB
Cabai Rawit Merah Tembus Rp62.100 Per Kg, Telur Ayam Rp29.250
Foto ilustrasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Harga sejumlah komoditas pangan masih menunjukkan fluktuasi pada awal pekan. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga cabai rawit merah menjadi komoditas dengan harga tertinggi di kelompok cabai, yakni mencapai Rp62.100 per kilogram (kg) pada Senin (6/7/2026).

Selain cabai rawit merah, harga cabai merah besar tercatat Rp50.500 per kg, cabai merah keriting Rp50.900 per kg, dan cabai rawit hijau Rp49.750 per kg.

Di kelompok bumbu dapur, harga bawang merah berada di level Rp47.800 per kg, sedangkan bawang putih mencapai Rp44.100 per kg.

Sementara itu, harga beras di tingkat pedagang eceran secara nasional bervariasi. Beras kualitas bawah I dijual Rp14.700 per kg dan kualitas bawah II Rp14.500 per kg. Untuk beras kualitas medium I mencapai Rp16.350 per kg dan medium II Rp16.150 per kg.

Adapun beras kualitas super I dipasarkan seharga Rp17.650 per kg, sedangkan kualitas super II mencapai Rp17.100 per kg.

Pada komoditas protein hewani, telur ayam ras tercatat Rp29.250 per kg. Harga daging ayam ras segar berada di level Rp36.600 per kg, sementara daging sapi kualitas I mencapai Rp150.250 per kg dan kualitas II sebesar Rp141.500 per kg.

Untuk komoditas gula, harga gula pasir premium tercatat Rp20.250 per kg, sedangkan gula pasir lokal dijual Rp19.050 per kg.

Sementara itu, minyak goreng curah dipasarkan seharga Rp20.600 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I berada di level Rp24.250 per liter, sedangkan kemasan bermerek II mencapai Rp23.400 per liter.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indonesia pada Juni 2026 mencapai 3,34 persen. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memperkirakan tekanan inflasi akan mulai mereda dalam beberapa bulan mendatang karena kenaikan harga saat ini lebih banyak dipengaruhi komoditas yang bersifat fluktuatif, seperti bahan bakar minyak (BBM) dan sejumlah bahan pangan.

"Tapi kan sama ada cabai, dan lain-lain gitu kan, barang-barang itu. Itu kan (komoditas) musiman. Saya harapkan sih nanti setelah harga minyak ini kan udah turun, harga pertamax saya yakin akan turun pelan-pelan itu sesuai dengan harga minyak dunia. Jadi itu tekanan ke inflasi akan segera berkurang," kata Purbaya.

Menurutnya, tekanan inflasi saat ini belum mencerminkan tingginya permintaan masyarakat. Hal tersebut terlihat dari inflasi inti (core inflation) yang masih berada pada level yang relatif terkendali.

"Basically gitu, kita liat core inflation-nya 2,76 persen. Core inflation-nya kan masih relatif terkendali," ujarnya. (lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement