Breaking News
Memuat breaking news...

Cadangan Devisa RI US$146,3 Miliar, Cukup Biayai 5,3 Bulan Impor

Redaksi
Redaksi
Rabu, 7 Oktober 2026 - 3.19 PM WIB
Cadangan Devisa RI US$146,3 Miliar, Cukup Biayai 5,3 Bulan Impor
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Cadangan devisa (Cadev) Indonesia tetap berada di level tinggi meski pasar keuangan global masih dibayangi ketidakpastian. Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadev pada akhir September 2026 mencapai US$146,3 miliar, hanya sedikit turun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar US$146,5 miliar.

BI menilai posisi tersebut tetap aman dan mampu menjadi penopang ketahanan sektor eksternal Indonesia, termasuk menghadapi dinamika pasar keuangan global.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, pergerakan cadangan devisa pada September dipengaruhi oleh sejumlah transaksi pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.

"Posisi cadangan devisa September 2026 itu dipengaruhi terutama oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah BI sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi," kata Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Bisa Biayai 5,3 Bulan Impor

Dengan posisi US$146,3 miliar, cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor.

Jika memperhitungkan kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo, posisi cadev tersebut masih mampu membiayai sekitar 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Angka tersebut jauh di atas standar kecukupan internasional yang umumnya berada di sekitar tiga bulan impor.

Kondisi tersebut menunjukkan bantalan eksternal Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan dari pasar keuangan global maupun kebutuhan pembayaran eksternal.

BI Optimistis Sektor Eksternal Tetap Solid

BI menilai tebalnya cadangan devisa menjadi salah satu penopang ketahanan sektor eksternal sekaligus membantu menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan domestik.

Bank sentral juga melihat prospek sektor eksternal Indonesia tetap positif. Salah satu penopangnya adalah arus modal asing yang dinilai masih cukup deras, seiring kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional serta daya tarik imbal hasil investasi Indonesia.

"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar dia.

Dengan posisi cadev yang tetap berada di atas standar kecukupan internasional, BI menilai Indonesia memiliki ruang yang relatif kuat untuk menghadapi dinamika global sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement