China-AS Sepakati Pemangkasan Tarif Rp537 T, Ini 8 Poin Kesepakatannya

JAKARTA (Waspada.id): China dan Amerika Serikat (AS) mencapai kesepakatan penting dalam hubungan perdagangan kedua negara. Beijing dan Washington sepakat memangkas tarif timbal balik senilai US$30 miliar atau sekitar Rp537,42 triliun dengan asumsi kurs Rp17.914 per dolar AS.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Washington untuk bertemu dengan Presiden AS Donald Trump.
Dikutip dari CNBC, Sabtu (26/9/2026), Kementerian Luar Negeri China menyebut kesepakatan pemangkasan tarif tersebut menjadi bagian dari delapan poin konsensus yang dicapai Xi Jinping dan Donald Trump.
Selain tarif, kedua negara juga menyepakati pembukaan dialog mengenai kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pembentukan dewan perdagangan, serta memperpanjang hasil pembicaraan sebelumnya di Kuala Lumpur.
Kesepakatan tersebut muncul setelah China dan AS sebelumnya sepakat memperpanjang gencatan perdagangan selama dua bulan. Perpanjangan itu memberikan tambahan waktu bagi kedua negara untuk menyusun kesepakatan dagang yang lebih luas.
Menurut kantor berita resmi China, Xinhua, pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump berlangsung selama tiga hari dan berakhir pada Jumat. Xi kemudian kembali ke Beijing.
Delapan Poin Kesepakatan China-AS
Selain pemangkasan tarif, terdapat sejumlah kesepakatan lain yang mencakup perdagangan, teknologi, forum internasional hingga kebijakan luar negeri.
1. Pemangkasan tarif timbal balik
China dan AS menyepakati pemangkasan tarif timbal balik dengan nilai sekitar US$30 miliar atau Rp537,42 triliun.
Kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil utama pertemuan Xi dan Trump di Washington.
2. Dialog mengenai AI
China dan AS sepakat membuka dialog khusus mengenai kecerdasan buatan.
Kedua negara akan membahas risiko dan manfaat teknologi tersebut. Putaran pembicaraan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada November.
3. Saluran komunikasi soal AI
Kedua negara juga akan membangun saluran komunikasi untuk menangani berbagai insiden yang berkaitan dengan AI.
Langkah tersebut dimaksudkan untuk membuka ruang komunikasi ketika muncul persoalan terkait perkembangan dan penggunaan teknologi kecerdasan buatan.
4. Pembentukan dewan perdagangan
China dan AS sepakat membentuk dewan perdagangan sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi ekonomi dan perdagangan bilateral.
Kedua negara juga sepakat memperpanjang hasil pembicaraan yang sebelumnya telah dilakukan di Kuala Lumpur.
5. Kerja sama dalam forum APEC dan G20
Di luar sektor perdagangan dan teknologi, Beijing dan Washington sepakat saling mendukung penyelenggaraan pertemuan pemimpin Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) dan G20.
Xi Jinping dan Donald Trump juga berencana menghadiri pertemuan yang digelar oleh negara lainnya.
Soal Iran dan Senjata Nuklir
Isu keamanan internasional turut masuk dalam kesepakatan kedua negara.
China dan AS sepakat bahwa Iran harus memenuhi komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
Kedua negara juga menyatakan tidak ada negara atau entitas yang seharusnya mengenakan biaya transit di jalur perairan internasional.
Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Beijing belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait kesepakatan tersebut.
Kesepakatan terbaru ini menjadi salah satu perkembangan penting dalam hubungan China-AS setelah kedua negara sebelumnya berada dalam ketegangan perdagangan yang mendorong penerapan tarif timbal balik. (Lip6)
















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda