Breaking News
Memuat breaking news...

Ciptakan Diorama Flood Alarm Rescue, Tiga Siswa SD 2 Muhammadiyah Langsa Juara 1 Kompetisi STEAM Unsam

Redaksi
Redaksi
Rabu, 2 September 2026 - 8.41 PM WIB
Ciptakan Diorama Flood Alarm Rescue, Tiga Siswa SD 2 Muhammadiyah Langsa Juara 1 Kompetisi STEAM Unsam
Rasyiqul ’Abid Aqsa, Muhammad Habib, dan Ahmad Rafli, siswa SD 2 Muhammadiyah Langsa, saat menerima penghargaan Juara 1 STEAM Unsam 2026.Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

LANGSA (Waspada.id): Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SD 2 Muhammadiyah Langs, tiga siswanya berhasil meraih juara 1 Universitas Samudera STEAM Disaster Innovation Competition 2026 yang diselenggarakan FKIP Universitas Samudera (Unsam) Langsa.

Ketiga siswa tersebut Rasyiqul ’Abid Aqsa, Muhammad Habib, dan Ahmad Rafli. Mereka berhasil memukau dewan juri melalui inovasi “Diorama Flood Alarm Rescue”, sebuah proyek sistem peringatan dini banjir sederhana yang memadukan unsur Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics (STEAM).

Kepala SD 2 Muhammadiyah Langsa, Dr. Hamdani, M.A., Rabu (2/9/2026) mengaku sangat mengapresiasi kreativitas dan keberanian siswa dalam mengikuti kompetisi tersebut.

Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa melalui pembelajaran yang inovatif, siswa dapat menghasilkan karya yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kepedulian terhadap lingkungan.

"Selamat dan terima kasih kepada ananda hebat Rasyiqul ’Abid Aqsa, Muhammad Habib, dan Ahmad Rafli atas prestasi Juara 1 yang membanggakan! Semoga kemenangan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan menginspirasi siswa lainnya," ujarnya.

Dijelaskan Hamdani, perjalanan menuju kemenangan dimulai dari seleksi naskah proyek, dilanjutkan dengan pembuatan, eksperimen, penyempurnaan hingga presentasi karya di hadapan dewan juri.

Proses tersebut menjadi pengalaman berharga dalam melatih kreativitas, kerja sama, berpikir kritis, pemecahan masalah, dan keberanian siswa, tandasnya.

Pembimbing proyek, Akma Hanis, S.Si., S.Pd., Gr mengungkapkan bahwa hal yang paling membanggakan bukan hanya hasil akhir, tetapi proses belajar yang dilalui siswa.

“Yang membanggakan bukan hanya hasil akhirnya, tetapi proses anak-anak belajar untuk berpikir, mencoba, menghadapi kegagalan, mencari solusi, dan berani mempresentasikan hasil karyanya," imbuhnya. (id75)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement