Breaking News
Memuat breaking news...

COO Danantara Akui Utang Proyek Whoosh Bebani BUMN, Solusi Segera Diumumkan

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 1 Agustus 2026 - 8.16 AM WIB
COO Danantara Akui Utang Proyek Whoosh Bebani BUMN, Solusi Segera Diumumkan
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengakui utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh menjadi beban bagi sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) yang tergabung dalam konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

Menurut Dony, beban utang tersebut ditanggung para pemegang saham PSBI, termasuk PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. PSBI sendiri merupakan pemegang sekitar 60 persen saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), operator Kereta Cepat Whoosh.

"Kalau ditanya sama saya dulu kenapa begitu, ya tentu teman-teman silahkan cari tahu. Tetapi saya hanya membetulkan bahwa memang terbebani," kata Dony di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Ia menegaskan salah satu BUMN yang terdampak adalah PT Wijaya Karya (WIKA).

"WIKA terbebani, mereka punya saham di KCIC. Ada tagihan dia yang juga belum di-seattle. Ya tentu orang-orang juga tahu. Ini menjadi beban buat mereka," ia menambahkan.

Berdasarkan laporan keuangan PT Kereta Api Indonesia (Persero) semester I 2026, PSBI membukukan rugi sebesar Rp5,13 triliun. Total liabilitas konsorsium mencapai Rp21,54 triliun atau lebih tinggi dibandingkan nilai aset yang tercatat sebesar Rp21,52 triliun.

Di sisi lain, pendapatan KAI masih tumbuh 6,6 persen menjadi Rp17,95 triliun pada semester I 2026. Namun, laba bersih perseroan turun tajam 73,9 persen menjadi Rp305,3 miliar.

Dony memastikan pemerintah akan menyelesaikan seluruh persoalan yang membebani BUMN, termasuk utang proyek kereta cepat tersebut.

"Tetapi pada akhirnya harus kita selesaikan. Enggak mungkin kita diamkan. Jadi saya hanya berupaya menyelesaikan satu-satu. Bagaimana kemudian ini semuanya menjadi proper dan benar," tutur dia.

Ia menjelaskan Danantara tengah melakukan pembenahan menyeluruh terhadap BUMN, termasuk mencari solusi atas beban utang KCIC. Menurutnya, pemerintah telah memiliki keputusan terkait penyelesaiannya.

" Ini juga termasuk. Ya ini saya yang menyelesaikannya. Jadi kita berupaya menyelesaikannya sudah ada keputusan tentunya," ujar Dony.

Dony optimistis penyelesaian persoalan tersebut dapat rampung dalam beberapa pekan mendatang.

"Tinggal, mudah-mudahan dalam beberapa minggu ini akan segera beres. Sabar, kita selesaikan satu-satu," katanya.

Ia juga mengungkapkan salah satu opsi yang sedang disiapkan pemerintah adalah mengambil alih aset prasarana KCIC sebagai bagian dari skema penyelesaian.

"Insya Allah kemungkinan akan dilakukan dengan pola demikian, akan dihibahkan. Nah karena itu, maksud saya itu satu-satu. Satu-satu kita bereskan. Mohon kesabarannya. Lagi menunggu semoga segera (diumumkan solusi final utang KCIC)," beber dia. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement