Dana Keluar Dari Investasi Kripto Rp26 Triliun, Dipicu Memanasnya Konflik IranDana Keluar Dari Investasi Kripto Rp26 Triliun, Dipicu Memanasnya Konflik Iran

JAKARTA (Waspada.id): Gejolak geopolitik di Timur Tengah mulai mengguncang pasar aset digital global. Produk investasi kripto yang dikelola sejumlah perusahaan besar seperti BlackRock, Fidelity Investments, dan 21Shares mencatat arus keluar dana jumbo sebesar US$1,47 miliar atau sekitar Rp26,18 triliun.
Data tersebut terungkap dalam laporan CoinShares yang dirilis Selasa (26/5/2026). Nilai tersebut menjadi arus keluar mingguan terbesar ketiga sepanjang 2026 dan memperpanjang tren penarikan dana selama dua pekan berturut-turut.
Mengutip Yahoo Finance, Kamis (28/5/2026), total dana yang keluar dari produk investasi kripto dalam dua minggu terakhir telah mencapai US$2,54 miliar atau setara Rp45,24 triliun.
Kepala Riset CoinShares, James Butterfill mengatakan, meningkatnya sentimen menghindari risiko dipicu ketegangan konflik Iran yang terus memanas.
“Sentimen menghindari risiko yang meningkat terkait dengan ketegangan terkait Iran menyebar di hampir setiap wilayah, bahkan ketika kemajuan terus berlanjut seputar the Clarity Act,” ujar Butterfill.
Sebelumnya, tren arus masuk investasi kripto yang berlangsung selama enam pekan berakhir setelah investor menarik dana sebesar US$1,07 miliar atau sekitar Rp19,06 triliun pada pekan lalu.
CoinShares mencatat total aset kelolaan seluruh dana kripto yang dipantau kini mencapai US$148,7 miliar atau sekitar Rp2.649 triliun. Penarikan pekan lalu setara dengan sekitar 1 persen dari total dana kelolaan tersebut.
Tekanan di pasar terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap situs rudal dan kapal Iran di sekitar Selat Hormuz. Garda Revolusi Iran kemudian mengancam akan melakukan pembalasan dan menyebut serangan itu sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Situasi semakin rumit karena negosiasi terkait program nuklir Iran masih menemui hambatan, terutama mengenai persediaan nuklir Iran dan pencairan aset beku senilai US$24 miliar.
Di saat bersamaan, Israel juga meningkatkan eskalasi konflik dengan melancarkan serangan ke lebih dari 100 target Hizbullah di Lebanon dan memperluas operasi darat di wilayah utara.
ETF Bitcoin AS Jadi Penyumbang Terbesar
Tekanan terbesar terjadi pada produk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Berdasarkan data SoSoValue, ETF Bitcoin spot AS mengalami arus keluar bersih sekitar US$1,26 miliar atau Rp22,44 triliun sepanjang pekan ini.
Penurunan tersebut menjadi arus keluar mingguan terbesar sejak akhir Januari sekaligus memperpanjang tren penarikan selama enam hari berturut-turut dengan total mencapai US$1,55 miliar.
Pada Senin, 12 ETF Bitcoin spot berbasis AS kehilangan dana sebesar US$648,6 juta atau sekitar Rp11,55 triliun setelah harga Bitcoin jatuh di bawah US$77.000 menyusul ancaman terbaru Presiden Donald Trump terhadap Iran.
Produk investasi berbasis Ethereum juga mencatat arus keluar sebesar US$222,8 juta atau Rp3,96 triliun, hampir setara dengan pekan sebelumnya.
Meski pasar secara umum melemah, sejumlah altcoin masih mampu menarik minat investor. Produk berbasis XRP mencatat arus masuk sebesar US$31,8 juta, sementara produk Near memperoleh tambahan dana US$9 juta.
Selain itu, ETP Solana membukukan arus masuk US$7,7 juta, produk Sui memperoleh US$2,9 juta, sedangkan produk multi-aset mencatat tambahan dana sebesar US$4,7 juta.
Menariknya, produk short Bitcoin juga mencatat arus masuk sebesar US$10,2 juta, menandakan sebagian investor mulai mengambil posisi defensif terhadap potensi pelemahan harga aset kripto.
Secara regional, Amerika Serikat menjadi negara dengan penarikan dana terbesar mencapai US$1,43 miliar. Swiss mencatat arus keluar US$16,2 juta, sementara Kanada dan Hong Kong masing-masing mengalami penarikan dana sebesar US$12,5 juta dan US$12,2 juta. (lip6)


























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda