Breaking News
Memuat breaking news...

Dana Menipis, Pengerukan Kolam Labuh Ujung Serangga Abdya Terancam Terhenti

Redaksi
Redaksi
Jumat, 16 Oktober 2026 - 8.19 PM WIB
Dana Menipis, Pengerukan Kolam Labuh Ujung Serangga Abdya Terancam Terhenti
Alat berat mengeruk kolam labuh Pelabuhan Ujung Serangga, Kecamatan Susoh, Abdya, di tengah keterbatasan dana yang mengancam kelanjutan pekerjaan, Jumat (16/10/2026). Waspada.id/Syafrizal
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

BLANGPIDIE (Waspada.id): Pengerukan kolam labuh Pelabuhan Ujung Serangga, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), berpacu dengan keterbatasan dana.

Setelah enam hari dikerjakan secara swadaya, kelanjutan pekerjaan itu kini bergantung pada dukungan tambahan agar alat berat dapat beroperasi lima hingga enam hari lagi.

Ketua Kelompok Masyarakat Nelayan Ujung Serangga, Safrizal, Jumat (16/10/2026), mengatakan pengerukan idealnya berlangsung selama 25 hari agar pendangkalan kolam labuh dapat ditangani lebih maksimal. Namun, keterbatasan biaya membuat nelayan kesulitan mempertahankan pekerjaan sesuai target.

Dana Menipis, Pengerukan Kolam Labuh Ujung Serangga Abdya Terancam Terhenti

Di tengah kondisi tersebut, Safrizal mengetuk kepedulian anggota DPRK Abdya dengan harapan masing-masing menyisihkan bantuan pribadi sebesar Rp1 juta. Jika 25 anggota dewan memberikan bantuan sesuai harapan itu, dana Rp25 juta dapat dihimpun untuk menambah waktu operasional alat berat.

“Dana itu sangat berarti untuk menambah waktu kerja ekskavator, lima hingga enam hari,” katanya.

Menurutnya, pengerukan tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan kelompok tertentu, melainkan kebutuhan nelayan yang menggantungkan penghidupan pada aktivitas pelabuhan. Karena itu, ia berharap persoalan pendangkalan kolam labuh mendapat perhatian bersama, termasuk dari para wakil rakyat.

Safrizal juga mengharapkan ketua partai politik di tingkat kabupaten maupun provinsi mendorong kader mereka yang duduk di lembaga legislatif agar turut berkontribusi. Harapan serupa disampaikan kepada anggota DPR Aceh (DPRA) dari daerah pemilihan (dapil) 9.

Bagi nelayan, bantuan tidak harus bernilai besar. Di tengah upaya mempertahankan pengerukan, setiap sumbangan dapat membantu memperpanjang waktu kerja alat berat dan membuka peluang agar pekerjaan tidak terhenti sebelum hasil yang diharapkan tercapai.

“Bagi kami, saat ini Rp50 ribu pun sangat berharga,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, Panglima Laot Abdya, T. Indra Kusuma alias Achek Muntir, menyatakan kesediaannya menyumbangkan gaji selama lima bulan untuk membantu pembiayaan pengerukan.

Dengan gaji Rp400 ribu per bulan, total bantuan yang dijanjikannya mencapai Rp2 juta. Dukungan itu menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga agar pekerjaan pengerukan tetap berjalan.

Dana Menipis, Pengerukan Kolam Labuh Ujung Serangga Abdya Terancam Terhenti

Achek mengapresiasi inisiatif dan semangat gotong royong masyarakat nelayan yang berupaya mengatasi pendangkalan dengan kemampuan sendiri. Ia berharap semakin banyak pihak tergerak memberikan bantuan sehingga pengerukan dapat berlanjut dan kolam labuh kembali menunjang aktivitas nelayan.

“Kalau kolam labuh ini sudah bisa difungsikan, manfaatnya juga dirasakan para nelayan di Ujung Serangga,” kata Achek.

Kini, di tengah alat berat yang masih bekerja, kebutuhan paling mendesak adalah dukungan dana agar pengerukan tidak terhenti sebelum target tercapai. Bagi nelayan Ujung Serangga, setiap tambahan waktu kerja menjadi kesempatan untuk memperbaiki kondisi kolam labuh yang menopang aktivitas mereka sehari-hari. (id82)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement