Danantara Dorong Bank BUMN Perkuat Fundamental Untuk Topang Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA (Waspada.id): Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, meminta bank-bank badan usaha milik negara (BUMN) terus memperkuat fundamental bisnis agar semakin sehat, kompetitif, dan adaptif menghadapi dinamika ekonomi. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kontribusi perbankan BUMN terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
"Pertumbuhan yang kuat harus didukung fundamental yang kuat," kata Dony dalam keterangan tertulis dilansir dari Republika, Minggu (5/7).
Menurut Dony, bank-bank BUMN memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus menjadi motor pembiayaan bagi sektor-sektor produktif. Oleh karena itu, penguatan aksi korporasi diperlukan untuk meningkatkan daya saing perusahaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, BP BUMN bersama Danantara Indonesia menggelar pertemuan dengan jajaran Direksi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) pada Jumat (3/7). Pertemuan itu membahas kinerja perusahaan, arah strategi bisnis, serta berbagai rencana aksi korporasi yang akan dijalankan ke depan.
Pembahasan difokuskan pada evaluasi dan penguatan strategi korporasi BNI guna meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas pembiayaan ke sektor produktif, serta memperkuat posisi perseroan di industri perbankan nasional.
Selain itu, pengembangan peluang usaha dan penguatan sinergi di dalam ekosistem BUMN juga menjadi perhatian sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan.
"BNI perlu terus memperbesar kapasitas bisnisnya agar dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian nasional," ujar Dony.
Ia menegaskan BP BUMN dan Danantara Indonesia akan terus mendorong transformasi bank-bank BUMN agar memiliki fundamental yang lebih kuat, mampu bersaing di tengah perubahan ekonomi global, serta semakin optimal dalam mendukung pembangunan nasional dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat maupun negara.
Fundamental Perbankan Jadi Penopang Ekonomi
Dony menjelaskan, kekuatan fundamental perbankan merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Fundamental tersebut mencakup kecukupan modal, likuiditas, kualitas aset, serta kemampuan bank dalam mengelola risiko.
Semakin kuat kondisi keuangan perbankan, semakin besar pula kapasitas bank untuk menyalurkan pembiayaan kepada dunia usaha dan masyarakat. Modal yang memadai memungkinkan ekspansi kredit dilakukan secara sehat, sementara likuiditas yang terjaga memastikan bank mampu memenuhi kebutuhan nasabah sekaligus menjaga penyaluran pembiayaan tetap berkelanjutan.
Perbankan yang sehat juga berperan penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat, pelaku usaha, dan investor, sehingga menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, sistem perbankan yang kuat dinilai mampu meningkatkan daya tarik investasi karena memberikan kepastian akses pembiayaan, menjaga kelancaran transaksi, serta meminimalkan risiko gejolak di sektor keuangan.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari gejolak geopolitik, fluktuasi nilai tukar, hingga perubahan kebijakan suku bunga dunia, penguatan modal, likuiditas, dan tata kelola bank nasional menjadi fokus pemerintah agar sektor perbankan tetap tangguh dan mampu mendukung pembiayaan sektor produktif serta menjaga stabilitas perekonomian Indonesia. (Rep)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda