Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Danantara Hasilkan Kerja Sama Strategis, dari Pusat Data hingga Ekosistem Kendaraan Listrik

Redaksi
Redaksi
Senin, 2 November 2026 - 8.53 AM WIB
Danantara Hasilkan Kerja Sama Strategis, dari Pusat Data hingga Ekosistem Kendaraan Listrik
Danantara Indonesia memperkuat pengembangan teknologi dan industri nasional melalui sejumlah kesepakatan strategis yang mencakup pembangunan pusat data, ekosistem kendaraan listrik
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Danantara Indonesia memperkuat pengembangan teknologi dan industri nasional melalui sejumlah kesepakatan strategis yang mencakup pembangunan pusat data, ekosistem kendaraan listrik, produksi biodiesel, hingga pengembangan riset kesehatan berbasis bahan alam.

Berbagai kerja sama tersebut dihasilkan melalui Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 dengan melibatkan kementerian, perguruan tinggi, lembaga riset, perusahaan, serta ekosistem BUMN.

Kolaborasi ini diarahkan untuk mempercepat pengembangan teknologi, memperkuat infrastruktur digital dan energi, sekaligus mendorong hilirisasi hasil penelitian agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Chief Technology Officer Danantara Indonesia sekaligus Ketua DTIIF 2026, Sigit Puji Santosa, mengatakan penandatanganan berbagai kerja sama tersebut merupakan awal dari proses kolaborasi yang harus dilanjutkan hingga tahap implementasi.

"Untuk itu, Danantara Indonesia ingin meneruskan semangat Sumpah Pemuda dengan mempertemukan berbagai gagasan, keahlian, dan sumber daya untuk bersama-sama mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih maju,” ujar Sigit di Jakarta, dikutip Senin (2/11/2026).

Salah satu kesepakatan strategis dilakukan Telkom Indonesia dan PLN untuk menyelaraskan pengembangan pusat data (data center) dengan kesiapan pasokan listrik. Sinergi ini bertujuan memastikan peningkatan kapasitas pusat data berjalan seiring dengan ketersediaan energi.

Di sektor transportasi, LEN, PLN, dan Pertamina Patra Niaga memperkuat pengembangan ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas). Kerja sama tersebut meliputi pembangunan infrastruktur, penyediaan energi, hingga penerapan kendaraan listrik.

Sementara itu, Pertamina New & Renewable Energy bersama Agrinas Palma menandatangani Heads of Agreement untuk rencana pembangunan dan pengoperasian fasilitas produksi biodiesel atau fatty acid methyl ester (FAME) di Indragiri Hilir, Riau.

Tidak hanya berfokus pada sektor energi dan infrastruktur digital, Danantara juga memperkuat kolaborasi riset nasional melalui nota kesepahaman bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Perindustrian, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Danantara Gandeng BRIN dan 32 Perguruan Tinggi

Penguatan ekosistem penelitian menjadi salah satu fokus kerja sama DTIIF 2026. Danantara menggandeng BRIN dan 32 perguruan tinggi untuk membangun platform kemitraan riset, akademik, dan industri.

Kolaborasi tersebut bertujuan mempertemukan hasil penelitian dengan kebutuhan dunia usaha sehingga inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi dan lembaga riset dapat dikembangkan lebih lanjut hingga tahap komersialisasi.

Di bidang kesehatan, Danantara Development Management Fund (DDMF) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB), Indofarma, dan PT EBM Saintifik dan Teknologi sepakat mengembangkan fitofarmaka berbasis kratom.

Selain itu, DDMF menjajaki kerja sama dengan Thermo Fisher Scientific untuk memperkuat teknologi ilmu hayati serta kapabilitas industri kesehatan nasional.

Sigit mengatakan pengembangan teknologi dan industri menjadi bagian dari tiga tahapan utama yang dirancang dalam DTIIF 2026, yakni Imagine, Advance, dan Build.

“Ketiga tahap ini, dari frontier teknologi, kemajuan teknologi, sampai industri yang berkelanjutan, menjadi topik, tujuan, sekaligus fokus kami di Danantara,” kata Sigit.

DTIIF 2026 menghadirkan 274 pembicara dan moderator melalui tujuh sesi Distinguished Lecture, 21 sesi pleno, serta 38 sesi panel dan pitching.

Forum tersebut membahas enam sektor strategis, meliputi energi, infrastruktur digital, pertanian dan pangan, kesehatan, material maju dan semikonduktor, keuangan, serta transportasi dan infrastruktur.

Dua sesi Distinguished Lecture turut menghadirkan peraih Nobel Ekonomi Peter Howitt dan Thomas J. Sargent. Keduanya membahas pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

Ke depan, Danantara Indonesia akan mengawal seluruh kesepakatan yang dihasilkan dalam DTIIF 2026 hingga tahap implementasi. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kapabilitas teknologi sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.

Agenda kolaborasi tersebut selanjutnya akan berlanjut melalui penyelenggaraan perdana New Asia Forum pada 3–4 Desember 2026 di Bali. Forum ini diarahkan untuk memperluas kemitraan dan investasi Danantara di kawasan Asia. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement