Breaking News
Memuat breaking news...

Danantara Indonesia Trust Bakal Diguyur Rp1,79 T per Tahun, Sasar Kesehatan hingga Pendidikan

Redaksi
Redaksi
Jumat, 16 Oktober 2026 - 7.55 AM WIB
Danantara Indonesia Trust Bakal Diguyur Rp1,79 T per Tahun, Sasar Kesehatan hingga Pendidikan
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Danantara Indonesia Trust bakal mendapat suntikan dana minimal US$100 juta atau sekitar Rp1,79 triliun per tahun dengan asumsi kurs Rp17.900 per dolar AS. Pendanaan tersebut akan difokuskan untuk memperkuat program sosial di tiga sektor strategis, yakni kesehatan, pendidikan, dan sanitasi.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengungkapkan komitmen pendanaan tahunan tersebut sebagai upaya memperluas manfaat program bagi masyarakat. Dana itu diharapkan mampu mendukung berbagai inisiatif yang berdampak langsung, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan akses terhadap layanan dasar.

"Kami pun di Danantara Indonesia memang berkomitmen untuk setiap tahunnya minimum memberikan pendanaan US$ 100 juta kepada Danantara Trust, itu adalah komitmen kami," ungkap Rosan di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Rosan menjelaskan, pendanaan tersebut akan menopang sejumlah program prioritas, mulai dari beasiswa pendidikan hingga dukungan terhadap layanan kesehatan dan penyediaan sanitasi yang layak.

Salah satu fokus utama adalah membantu mengatasi kekurangan dokter spesialis di Indonesia melalui pemberian beasiswa pendidikan dengan pembiayaan penuh. Program ini diinisiasi bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Rosan menyebut, persoalan kekurangan tenaga medis masih menjadi tantangan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis di berbagai daerah.

"Karena kita disampaikan oleh Pak Budi dan jajarannya memang bukan hanya kita shortage kekurangan dari dokter umum, dokter spesialis lebih kurang lagi, lebih kurang lagi," ucapnya.

Melalui program tersebut, Danantara Indonesia Trust menargetkan dukungan pendidikan bagi 1.343 tenaga medis dan tenaga kesehatan. Bantuan itu diharapkan dapat memperkuat ketersediaan tenaga kesehatan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan medis.

Beasiswa Dokter Spesialis hingga Biaya Hidup

Dukungan Danantara Indonesia Trust tidak hanya mencakup biaya pendidikan dokter spesialis. Penerima beasiswa juga akan mendapatkan bantuan biaya hidup selama menjalani masa pendidikan.

Rosan mengatakan, pembiayaan menyeluruh tersebut diharapkan membantu calon dokter spesialis menyelesaikan pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya hidup.

"Jadi kami pun memberikan itu, jadi kami pun memberikan tidak hanya dari segi beasiswanya saja, tapi juga biaya untuk hidup mereka selama mengikuti pendidikan sebagai dokter spesialis atau living expenses-nya," ujarnya.

"Itu pun juga kami berikan, sehingga harapannya nanti dalam jangka waktu 3, 4 atau sampai 6 tahun, 1.343 dokter spesialis akan lahir dari kontribusi bersama Pak Menkes, dan juga dari Danantara Trust," sambungnya.

Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor kesehatan. Selain menambah jumlah tenaga medis terdidik, dukungan pendidikan dan biaya hidup diharapkan dapat membantu meningkatkan kesiapan tenaga kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan di berbagai wilayah.

Berdasarkan rencana program, dukungan biaya pendidikan akan diberikan kepada 358 penerima pada 2026 dan 985 penerima pada 2027.

Fasilitas kesehatan yang tercakup dalam program tersebut meliputi 70 puskesmas, 131 rumah sakit daerah, dan 25 rumah sakit vertikal.

Tiga Program Prioritas Danantara Indonesia Trust

Pendanaan tahunan Danantara Indonesia Trust akan diarahkan untuk menjalankan sejumlah program yang menyasar pendidikan, kesehatan, dan sanitasi. Berikut tiga program yang menjadi fokus utama.

1. Asa Nusantara: Beasiswa untuk 800 Mahasiswa

Program Asa Nusantara menyediakan beasiswa bagi 800 mahasiswa program sarjana dan vokasi di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), serta ilmu kesehatan.

Pelaksanaannya dilakukan melalui kerja sama dengan Universitas Andalas, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Hasanuddin.

Komitmen program ini direncanakan berlangsung selama empat tahun hingga 2030. Melalui bantuan pendidikan tersebut, Danantara Indonesia Trust berupaya memperluas kesempatan mahasiswa untuk menempuh pendidikan di bidang yang dibutuhkan dalam pembangunan nasional.

2. Air Setara: Akses Sanitasi untuk 156 Desa

Di sektor sanitasi, Danantara Indonesia Trust bekerja sama dengan Plan Indonesia melalui program Air Setara. Program penyediaan layanan air, sanitasi, dan higiene atau water, sanitation, and hygiene (WASH) yang tangguh terhadap perubahan iklim ini dirancang menjangkau 156 desa di Timor Tengah Selatan, Manggarai, dan Belu, Nusa Tenggara Timur.

Program tersebut menargetkan sekitar 230.000 penerima manfaat atau 60.000 rumah tangga. Sasaran lainnya mencakup 86.700 siswa di 867 sekolah serta 79 fasilitas kesehatan.

Melalui program ini, akses terhadap air bersih dan sanitasi diharapkan semakin baik, sekaligus mendukung lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat, pelajar, dan pasien di fasilitas kesehatan.

3. Bakti Sehat Nusantara: Perkuat Tenaga Kesehatan

Program Bakti Sehat Nusantara dijalankan melalui kolaborasi Danantara Indonesia Trust dengan Kementerian Kesehatan untuk memperkuat ketersediaan tenaga kesehatan, terutama di wilayah prioritas yang masih mengalami kekurangan tenaga medis.

Program ini mencakup perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan, pendidikan dan pengembangan kompetensi, hingga penempatan serta upaya mempertahankan tenaga kesehatan di daerah yang membutuhkan.

Pada tahap awal, sebanyak 1.343 tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi sasaran dukungan biaya pendidikan, dengan rincian 358 penerima pada 2026 dan 985 penerima pada 2027.

Dukungan tersebut diharapkan membantu memperkuat kapasitas layanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit, sekaligus mendorong pemerataan ketersediaan tenaga kesehatan di berbagai daerah.

Dorong Dampak Sosial Berkelanjutan

Ketua Yayasan Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak, menegaskan pentingnya kolaborasi agar program sosial tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga menghasilkan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap kolaborasi tidak berhenti pada satu program, tetapi turut membuka ruang bagi dampak yang lebih luas dan berkelanjutan," kata Ketua Yayasan Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak.

Dengan komitmen pendanaan minimal US$100 juta per tahun, Danantara Indonesia Trust diarahkan untuk memperluas dukungan di bidang pendidikan, kesehatan, dan sanitasi.

Program beasiswa, penguatan tenaga medis, serta peningkatan akses sanitasi menjadi bagian dari upaya tersebut. Keberhasilan pelaksanaannya akan bergantung pada efektivitas penyaluran dana, koordinasi dengan mitra, serta pencapaian target penerima manfaat di lapangan. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement