Danantara Investasi Rp44,5 Triliun Di Industri DagingDanantara Investasi Rp44,5 Triliun Di Industri Daging

JAKARTA (Waspada.id): Danantara Indonesia menyiapkan investasi jumbo senilai US$2,5 miliar atau sekitar Rp44,5 triliun untuk memperkuat industri peternakan dan daging nasional. Investasi tersebut menjadi bagian dari kemitraan strategis jangka panjang antara Danantara Investment Management (DIM) dan JBS Group, produsen daging global asal Brasil.
Investasi ini diarahkan untuk memperkuat rantai pasok sekaligus meningkatkan kapasitas produksi daging di Indonesia. Ambisinya tidak kecil, yakni membawa Indonesia menjadi salah satu pemain utama di pasar daging Asia.
Kemitraan tersebut diwujudkan melalui pembentukan perusahaan patungan atau joint venture yang akan membidik industri protein di Asia Tenggara, Australia, serta Selandia Baru. Dalam perusahaan patungan itu, Danantara akan menguasai 25 persen kepemilikan saham.
"Selain mendapatkan akses terhadap ekosistem bisnis yang telah mapan di pasar internasional yang maju, kemitraan ini diharapkan dapat memanfaatkan pengalaman sekaligus jalur distribusi dari perusahaan protein global terkemuka yang dapat berkontribusi terhadap pengembangan jangka panjang sektor protein Indonesia,” ujar Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir, dikutip dari Republika, Senin (10/8).
Modal Bisa Tembus US$5 Miliar
Pandu mengatakan, kemitraan strategis tersebut mencerminkan komitmen Danantara untuk membangun kolaborasi dengan mitra global yang sejalan dengan mandat investasinya.
Tak berhenti pada investasi awal US$2,5 miliar, joint venture tersebut juga memiliki kapasitas untuk menghimpun pembiayaan investasi tambahan hingga US$2,5 miliar secara bertahap.
Dengan demikian, total modal yang tersedia berpotensi mencapai US$5 miliar untuk membiayai ekspansi bisnis di kawasan.
"Pembiayaan ini akan digunakan untuk mendanai akuisisi dan investasi greenfield di Indonesia, Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru," ungkap Pandu.
Strategi tersebut membuka ruang bagi perusahaan patungan untuk memperluas bisnis melalui akuisisi perusahaan yang sudah berjalan maupun membangun proyek baru dari awal atau greenfield investment.
Bidik Ekosistem Protein Global
Pandu menjelaskan, investasi tersebut juga akan memberikan DIM akses ke ekosistem bisnis di pasar yang telah mapan. Selain itu, Danantara akan memperoleh akses terhadap manajemen berpengalaman dengan kemampuan operasional yang telah teruji.
Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat pengembangan industri protein Indonesia, terutama melalui transfer pengalaman, jaringan distribusi, serta akses ke pasar internasional.
JBS sendiri memiliki rekam jejak panjang dalam industri protein global. Sepanjang perjalanannya, perusahaan tersebut telah menunjukkan kemampuan menciptakan nilai melalui pertumbuhan bisnis yang konsisten, perluasan pangsa pasar, serta kemampuan beradaptasi menghadapi berbagai siklus industri.
Kemitraan Danantara dan JBS dengan demikian tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi daging dalam negeri, tetapi juga membangun rantai pasok dan jaringan bisnis yang dapat membawa industri protein Indonesia lebih kompetitif di pasar regional.
Dengan dukungan investasi hingga US$5 miliar, Indonesia berpeluang memperkuat posisi dalam rantai pasok protein Asia sekaligus membuka akses lebih luas ke pasar Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru. (Rep)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda