Breaking News
Memuat breaking news...

Dandim dan Kapolres Bekali Mahasiswa Baru PNL

Redaksi
Redaksi
Rabu, 19 Agustus 2026 - 10.36 PM WIB
Dandim dan Kapolres Bekali Mahasiswa Baru PNL
Direktur PNL Dr. Ir. Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng.Sc, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan, S.H., serta Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Inf Faisal, S.Sos., M.Si., foto bersama para mahasiswa baru PNL. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LHOKSEUMAWE (Waspada.id): Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan, S.H., dan Komandan Kodim 0103/Aceh Utara Letkol Inf Faisal, S.Sos., M.Si., bekali mahasiswa baru Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terkait wawasan kebangsaan, Rabu (19/8/2026).

Ahzan dan Faisal sengaja dihadirkan oleh pihak kampus untuk membekali para mahasiswa baru tentang pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan. Pasalnya, kampus, dalam konteks ini, tidak semata menjadi ruang untuk mengasah kompetensi akademik dan keterampilan vokasi, tetapi juga tempat membangun disiplin, integritas, kesadaran hukum, serta tanggung jawab sebagai warga negara.

Pada kesempatan itu, Ahzan menyampaikan materi dengan tajuk “Kehidupan Berbangsa, Bernegara, dan Jati Diri Negara.” Ia mengajak mahasiswa memahami kembali fondasi kehidupan kebangsaan Indonesia yang bertumpu pada Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut Ahzan, mahasiswa sebagai bagian dari generasi terdidik tidak cukup hanya unggul secara akademik. Mereka juga dituntut memiliki kesadaran untuk mematuhi hukum, menghormati hak orang lain, menjaga persatuan, berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi, merawat lingkungan dan budaya, serta menggunakan media sosial secara bijak.

Pesan itu menjadi semakin relevan ketika kehidupan mahasiswa hari ini nyaris tidak memiliki jarak dengan ruang digital. Dalam materinya, Ahzan menempatkan tantangan jati diri di era globalisasi dan digital sebagai salah satu isu penting.

Di tengah derasnya arus informasi tersebut, mahasiswa dituntut bukan hanya sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi menjadi generasi yang mampu berpikir kritis, memilah informasi, serta matang dalam menyampaikan pendapat. Kebebasan di ruang digital perlu berjalan beriringan dengan etika dan tanggung jawab.

Sementara itu, Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Inf Faisal, S.Sos., M.Si. membekali mahasiswa baru dengan materi wawasan kebangsaan dan peran mahasiswa PNL. Faisal memiliki pengalaman penugasan di berbagai satuan dan bidang, termasuk Raider dan intelijen.

Dalam paparannya, Faisal mengajak mahasiswa memahami kembali makna wawasan kebangsaan dan kemudian menariknya ke ruang yang lebih dekat dengan kehidupan peserta PKKMB: apa peran mahasiswa politeknik? Dua pertanyaan itu menjadi bagian penting dalam materi yang disampaikannya kepada mahasiswa baru PNL.

Bagi mahasiswa vokasi, semangat kebangsaan dapat diterjemahkan melalui hal-hal yang konkret: disiplin belajar, penguasaan kompetensi, integritas, inovasi, serta kemampuan menggunakan ilmu dan teknologi bagi kepentingan masyarakat. Bela negara dalam kehidupan mahasiswa dapat menemukan ruangnya melalui prestasi, karya, tanggung jawab, dan kontribusi sesuai bidang keahlian masing-masing.

Direktur PNL Dr. Ir. Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng.Sc.,menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolres Lhokseumawe dan Dandim 0103/Aceh Utara yang telah meluangkan waktu berbagi pengetahuan, pengalaman, dan wawasan kepada mahasiswa baru PNL.

Kata Didi, begitu dia biasa disapa, kehadiran TNI dan Polri pbekalan mahasiswa baru memiliki makna penting karena pendidikan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang kompeten dalam bidang keilmuan dan teknologi, tetapi juga manusia yang memiliki integritas, disiplin, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap bangsa.

“Atas nama keluarga besar Politeknik Negeri Lhokseumawe, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Kapolres Lhokseumawe dan Bapak Dandim 0103/Aceh Utara. Pembekalan ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa baru kami agar sejak awal memahami bahwa kecerdasan dan kompetensi harus berjalan bersama karakter, kedisiplinan, integritas, dan tanggung jawab kebangsaan,” ujarnya. (id70)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement