Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Dari 12 Korban Insiden Maulid, Empat Dipulangkan

Redaksi
Redaksi
Kamis, 5 November 2026 - 10.41 AM WIB
Dari 12 Korban Insiden Maulid, Empat Dipulangkan
Suasana ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tgk Abdullah Syafi'i (RSUD TAS) Beureunuen, Pidie, saat sejumlah korban insiden Maulid Gampong Pulo Keunari mendapatkan penanganan medis, Rabu (4/11/2026). Waspada.id/Muhammad Riza
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

SIGLI (Waspada.id): RSUD Tgk Abdullah Syafi'i (RSUD TAS) Beureunuen menangani 12 korban insiden saat kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie.

Dari jumlah tersebut, satu orang meninggal dunia, tujuh masih menjalani perawatan medis, sedangkan empat lainnya telah diperbolehkan pulang.

Adapun 12 korban tersebut masing-masing Abzalul Riza (meninggal dunia), Darul Kamal, Basri Hasan, Munawir Lam, Musliadi, Muhammad, Juanda Cut Rahman, Mutia, Martunis, Abukhari, Muhammad Rayyan, 10, dan Agus Salim Ilyas, 41.

Direktur RSUD TAS, dr. Kamaruzzaman, Kamis (5/11), pagi menyampaikan bahwa berdasarkan perkembangan penanganan pasien, empat korban telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan pelayanan medis. Sementara itu, tujuh korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Dua pasien terakhir yang masuk ke RSUD TAS adalah Muhammad Rayyan, laki-laki berusia 10 tahun, yang tercatat masuk pukul 19.30 WIB, serta Agus Salim Ilyas, laki-laki berusia 41 tahun.

Insiden tersebut terjadi pada Rabu (4/11/2026), ketika masyarakat sedang mengikuti kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari. Peristiwa itu menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis.

Informasi awal yang beredar mengaitkan ketegangan dengan persoalan pengibaran bendera Bulan Bintang. Namun, kronologi lengkap serta penyebab insiden masih membutuhkan penjelasan resmi dari pihak terkait.

Pemeriksaan secara objektif diperlukan untuk mengungkap fakta kejadian sekaligus memberikan kejelasan kepada keluarga korban dan masyarakat.

Pihak RSUD TAS terus memberikan pelayanan medis kepada tujuh korban yang masih menjalani perawatan. (Id69)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement