Breaking News
Memuat breaking news...

Dari Balikpapan, Dr. Hamka Suarakan Standar Pendidikan Berkelas Dunia untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Redaksi
Redaksi
Kamis, 24 September 2026 - 7.13 PM WIB
Dari Balikpapan, Dr. Hamka Suarakan Standar Pendidikan Berkelas Dunia untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
Dekan FTIK UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. Hamka, M.Hum., saat menjadi pembicara utama pada Seminar Internasional di Balikpapan, Rabu (23/9/2026). Waspada.id/ist.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

P. SIDIMPUAN (Waspada.id): Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. Hamka, M.Hum., berpendapat, untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, perguruan tinggi harus berani menyetarakan konsep pendidikan berkelas dunia.

"Kita harus berani menyetarakan standar pendidikan kita dengan dunia, tanpa kehilangan jati diri bangsa. Unggul tanpa melupakan akar, maju tanpa meninggalkan nilai," ucap Dr. Hamka saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Internasional di UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Kalimantan, Rabu (23/9/2026).

Seminar Internasional yang dirangkai dengan pertemuan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama PTKIN se-Indonesia tersebut juga membahas penguatan kemahasiswaan, optimalisasi peran alumni, serta perluasan jejaring kerja sama perguruan tinggi.

Dr. Hamka yang dipercaya menjadi pembicara utama Seminar Internasional itu, dalam paparannya, menegaskan bahwa kampus tidak cukup hanya membangun fasilitas dan memperbanyak program akademik.

Menurutnya, tantangan pendidikan tinggi menuntut perguruan tinggi mampu membangun jejaring yang menghasilkan peluang nyata bagi mahasiswa dan lulusan.

“Kekuatan sesungguhnya sebuah kampus tidak hanya terletak pada gedung atau fasilitas, melainkan pada jejaring yang dibangun, baik antarkampus, dengan dunia usaha, maupun di kancah internasional,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, posisi alumni selama ini kerap dipandang hanya sebagai penerima manfaat pendidikan. Padahal, dapat menjadi kekuatan strategis untuk memperluas akses dan peluang kampus.

“Alumni bukan sekadar lulusan yang pergi, melainkan jembatan terkuat yang kita miliki untuk memperluas pengaruh dan peluang bagi adik-adiknya,” tegasnya.

Untuk itu, lanjut Dr. Hamka, program kemahasiswaan harus diarahkan agar mahasiswa tidak hanya aktif dalam kegiatan internal kampus, tetapi juga memiliki ruang untuk membangun kemandirian, jejaring, dan pengalaman profesional.

Dr. Hamka berpendapat, untuk mewujudkan hal itu, sedikitnya terdapat tiga agenda yang harus diperkuat PTKIN, yakni program kemahasiswaan yang kreatif dan mandiri, pemberdayaan alumni sebagai mitra strategis, serta pembukaan akses kerja sama internasional.

Ketiga aspek itu saling berkaitan dalam membangun ekosistem perguruan tinggi yang mampu menghasilkan lulusan dengan kompetensi sekaligus jejaring yang luas.

Dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, selain pentingnya standar pendidikan berkelas dunia, Dr. Hamka juga mendorong kerja sama antarperguruan tinggi tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi diterjemahkan menjadi program yang memberi manfaat langsung, mulai dari pertukaran mahasiswa, pengembangan kapasitas dosen, riset bersama, hingga penguatan jejaring alumni.

Bagi FTIK UIN Syahada Padangsidimpuan, ujar Dr. Hamka, forum tersebut membuka ruang lebih luas bagi penguatan jejaring dan kerja sama lintas PTKIN. Sebab, jejaring perguruan tinggi akan memiliki arti ketika menghasilkan kolaborasi, peluang, dan prestasi yang dapat dirasakan mahasiswa, alumni, serta masyarakat. (id46)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement