Breaking News
Memuat breaking news...

Dari Bawomataluo, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan untuk Indonesia yang Tumbuh

Redaksi
Redaksi
Senin, 24 Agustus 2026 - 4.25 PM WIB
Dari Bawomataluo, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan untuk Indonesia yang Tumbuh
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Nias Selatan, 22 Agustus 2026 — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kerakyatan dari desa melalui rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Bawomataluo, Kabupaten Nias Selatan.

Bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, BRI menghadirkan dukungan penguatan ekonomi masyarakat, pemeriksaan kesehatan gratis, hiburan rakyat, hingga aktivasi BRI Peduli “Satu Tanda, Sejuta Harapan” sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi Desa Bawomataluo kepada masyarakat yang lebih luas dan wisatawan mancanegara yang hadir. Desa yang dikenal memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan tradisi ini dinilai memiliki modal penting untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat melalui penguatan UMKM, pariwisata, digitalisasi, dan promosi potensi lokal.

RCEO BRI Region 1 Medan Novian Supriatno mengatakan, semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui aksi yang memberikan manfaat nyata dan mendorong masyarakat agar semakin berdaya.

“Semangat Indonesia tidak hanya hidup di kota-kota besar. Semangat Indonesia juga hidup di desa, dalam budaya yang terus dijaga, masyarakat yang bergotong royong, pelaku UMKM yang terus berjuang, generasi muda yang berani bermimpi dan berkarya, serta masyarakat yang saling peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan bersama,” ujar Novian.

Menurut Novian, Bawomataluo memiliki modal sosial, budaya, dan ekonomi yang kuat. Kekayaan budaya, aktivitas ekonomi masyarakat, serta potensi pariwisata dapat dikembangkan secara beriringan sehingga menciptakan aktivitas ekonomi baru dan memperluas peluang usaha masyarakat.

“Indonesia tidak akan tumbuh kuat jika pembangunan hanya terkonsentrasi di kota. Pertumbuhan harus dirasakan hingga desa. Karena itu, potensi yang ada di desa harus dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi yang produktif, menciptakan peluang usaha, memperkuat UMKM, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Novian.

Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Nias Selatan. Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Selatan Amsarno Satriawan Sarumaha, SH, MH, CGCAE, menilai kehadiran BRI memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat, tidak hanya melalui aspek ekonomi, tetapi juga kegiatan sosial dan hiburan.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada BRI yang telah hadir dan mengambil bagian dalam kegiatan di Bawomataluo. Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, menggerakkan ekonomi, sekaligus memperkenalkan potensi Bawomataluo kepada masyarakat luas dan wisatawan,” ujar Amsarno.

Ia menambahkan, kehadiran wisatawan mancanegara menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nias Selatan sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi masyarakat dan UMKM lokal. Hal senada disampaikan Camat Fanayama Welhellmus Haria, S.Pd., MM, yang menilai kegiatan tersebut menjadi ruang promosi langsung bagi potensi budaya dan kehidupan masyarakat Bawomataluo.

Kepala Desa Bawomataluo Teruna Wau juga mengapresiasi dukungan BRI yang dinilai memberikan energi positif bagi masyarakat untuk terus mengembangkan potensi desa, khususnya UMKM dan pariwisata.

“Kegiatan ini memberikan kebahagiaan bagi masyarakat sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Bawomataluo kepada lebih banyak orang.

Kami berharap potensi desa, UMKM dan pariwisata dapat semakin berkembang sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Teruna Wau.

Penguatan ekonomi masyarakat desa tersebut sejalan dengan pendekatan BRI melalui program Desa BRILiaN, yang mendorong pengembangan desa secara terintegrasi melalui empat aspek, yakni BUMDesa, digitalisasi, inovasi, dan sustainability.

Pendekatan ini diarahkan untuk mengoptimalkan sumber daya lokal, memperkuat kelembagaan ekonomi, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta membangun ekosistem yang mendukung kemandirian desa dalam jangka panjang.

Dalam konteks Bawomataluo, penguatan ekonomi juga memiliki keterkaitan erat dengan sektor pariwisata.

Kekayaan sejarah dan budaya dapat menjadi daya tarik yang menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari UMKM, kerajinan, kuliner, jasa wisata, hingga usaha pendukung lainnya. Promosi potensi Desa BRILiaN kepada wisatawan mancanegara diharapkan semakin memperluas eksposur desa sekaligus membuka peluang pasar baru bagi masyarakat.

“UMKM adalah bagian penting dari ekonomi masyarakat. Di balik satu usaha terdapat keluarga, tenaga kerja, dan rantai ekonomi yang ikut bergerak. Karena itu, memperkuat UMKM berarti memperkuat fondasi ekonomi masyarakat. Ketika UMKM tumbuh, ekonomi daerah ikut bergerak dan pada akhirnya memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Novian.

Selain aspek ekonomi, BRI juga memperkuat dimensi sosial melalui pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat Bawomataluo.

Masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar sekaligus edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara rutin. Bagi BRI, peningkatan kualitas hidup merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun masyarakat yang berdaya.

Pada momentum yang sama, BRI Peduli menghadirkan aktivasi “Satu Tanda, Sejuta Harapan” sebagai bentuk solidaritas bagi masyarakat terdampak bencana alam di berbagai wilayah Indonesia. Dalam aktivasi tersebut, setiap stiker yang ditempelkan peserta dikonversikan menjadi donasi sebesar Rp50.000. Donasi selanjutnya disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana serta mendukung pemulihan dan pembangunan kembali fasilitas umum yang mengalami kerusakan.

“Pesan yang ingin kami sampaikan sederhana: kepedulian harus diwujudkan menjadi aksi. Satu stiker mungkin terlihat kecil, tetapi jika ribuan orang bergerak bersama, dampaknya dapat menjadi besar. Melalui ‘Satu Tanda, Sejuta Harapan’, kami ingin mengubah partisipasi masyarakat menjadi dukungan nyata bagi mereka yang sedang menghadapi bencana,” ujar Novian.

Novian menegaskan, semangat gotong royong merupakan kekuatan penting dalam mengisi kemerdekaan. Menurutnya, pembangunan Indonesia tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga penguatan manusia, ekonomi lokal, kesehatan, pariwisata, serta kepedulian sosial.

“Indonesia yang kuat dibangun dari masyarakat yang berdaya. Masyarakat yang berdaya tumbuh dari desa yang memiliki ekonomi kuat, UMKM yang berkembang, generasi muda yang produktif, budaya yang terjaga, pariwisata yang tumbuh, serta lingkungan sosial yang saling mendukung. Karena itu, BRI akan terus hadir untuk memperkuat potensi tersebut dan memastikan pertumbuhan dapat dirasakan semakin luas,” pungkas Novian.

Melalui rangkaian kegiatan di Desa Bawomataluo, BRI menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat. Pemberdayaan ekonomi, penguatan UMKM, kesehatan, pariwisata, promosi Desa BRILiaN, hiburan rakyat, serta solidaritas sosial menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dari desa.

Dari Bawomataluo, budaya diperkenalkan, ekonomi masyarakat digerakkan, dan semangat gotong royong dihidupkan. Dari desa yang berdaya, Indonesia terus bertumbuh.(id12)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement