Breaking News
Memuat breaking news...

Dari Passion ke Strategi, Kisah Transformasi Pengusaha Indonesia di STP

Redaksi
Redaksi
Rabu, 13 Mei 2026 - 10.55 AM WIB
Dari Passion ke Strategi, Kisah Transformasi Pengusaha Indonesia di STP
Country Director Stanford Seed Indonesia, Philip Setiadi bersama sejumlah Pengusaha Menengah alumni STP.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Perjalanan bisnis sering kali dimulai dari keberanian dan passion. Namun bagi banyak pengusaha, mempertahankan pertumbuhan usaha membutuhkan sesuatu yang lebih besar: strategi, kepemimpinan, dan kemampuan membaca perubahan zaman. Itulah yang dirasakan para alumni Stanford Seed Transformation Program (STP), program pelatihan bisnis global milik Stanford University yang kini semakin diminati pengusaha Indonesia.

Bagi Co-Founder dan CEO dibimbing.id sekaligus Cakrawala University, Zaky Muhammad Syah, STP menjadi titik penting dalam transformasi perusahaannya. Ia mengaku mulai memahami pentingnya fokus strategis dan struktur kepemimpinan yang jelas dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.

“Perubahan paling berdampak yang saya lakukan adalah menerapkan fokus strategis dan struktur kepemimpinan yang jelas. Hasilnya, pendapatan kami tumbuh secara signifikan, NPS meningkat di atas 75, dan kami memperluas kemitraan perekrutan kami dengan lebih dari 1.000 perusahaan,” ujarnya.

Cerita serupa datang dari Direktur PT IMEC International, Eikha Nur Setianti. Ia menilai STP bukan sekadar ruang belajar bisnis, tetapi juga wadah membangun jejaring internasional yang membuka peluang baru.

Melalui program tersebut, Eikha memperoleh beasiswa lewat partisipasi perempuan pengusaha. Namun manfaat yang dirasakannya tidak berhenti di sana. Relasi yang terbangun selama program bahkan membuka peluang bisnis hingga Nigeria.

Sementara itu, Co-Founder Green Montessori School, Nourma Bachtiar, mengaku STP mengubah cara pandangnya dalam mengelola institusi pendidikan.

“Dulu kami membangun sekolah bermodal passion. Setelah ikut STP, kami memahami bagaimana strategi bisnis dan kebutuhan orang tua di setiap jenjang pendidikan,” katanya.

Pengalaman berbeda dirasakan pendiri Axel Dental, Djaja Antony. Menurutnya, STP membantu perusahaan lebih fokus pada kualitas layanan dan pengalaman konsumen, di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.

Rangkaian kisah tersebut menjadi gambaran bagaimana STP tidak hanya memberikan teori bisnis, tetapi juga mendorong transformasi nyata di perusahaan para peserta.

Program yang berada di bawah naungan Stanford Graduate School of Business itu kembali membuka pendaftaran untuk angkatan 2027 hingga 1 Juni 2026.

Country Director Stanford Seed Indonesia, Philip Setiadi, mengatakan program ini dirancang bagi pengusaha, CEO, dan founder bisnis skala menengah yang ingin membawa perusahaannya tumbuh lebih kompetitif dan berkelanjutan.

“Program yang sudah menjelang tahap ketiga ini menghadirkan pendidikan bisnis kelas dunia langsung ke Indonesia tanpa peserta harus meninggalkan bisnis mereka. Kami juga menawarkan beasiswa bagi mereka yang memenuhi syarat,” ujar Philip dalam diskusi media di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Selama 10 bulan, peserta akan mengikuti pembelajaran hybrid bersama pengajar dari Stanford GSB, didampingi Business Transformation Advisor (BTA) yang membantu penerapan strategi bisnis langsung di perusahaan masing-masing.

Secara global, STP telah menjangkau lebih dari 1.500 pengusaha di Afrika, Asia Selatan, dan Indonesia. Data Stanford Seed menunjukkan sekitar 87 persen perusahaan peserta berhasil memperoleh pendanaan setelah menyelesaikan program, dengan median peningkatan pendapatan mencapai 29 persen dalam satu tahun.

“Secara global, lulusan STP juga telah mengamankan pendanaan hingga USD 2 miliar dalam bentuk pinjaman, ekuitas, maupun hibah,” kata Philip.

Kurikulum STP mencakup strategi bisnis, pemasaran, keuangan, manajemen SDM, hingga pengembangan kepemimpinan. Di akhir program, peserta diwajibkan menyusun Transformation Plan sebagai peta jalan transformasi bisnis selama tiga hingga lima tahun ke depan.

Bagi para alumni, nilai terbesar STP bukan hanya sertifikat dari Stanford, tetapi perubahan pola pikir dalam menjalankan usaha. Dari bisnis berbasis intuisi menuju bisnis yang dibangun dengan strategi, data, dan kepemimpinan yang terukur.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement