Breaking News
Memuat breaking news...

Dari Politeknik Lhokseumawe, Menyalakan Api Pengetahuan Sawit untuk Indonesia

Redaksi
Redaksi
Rabu, 2 September 2026 - 6.24 PM WIB
Dari Politeknik Lhokseumawe, Menyalakan Api Pengetahuan Sawit untuk Indonesia
Direktur PNL, Assoc. Prof. Dr. Ir. Rizal Syahyadi memperlihatkan naskah kerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) untuk menyelenggarakan Program Beasiswa SDM Perkebunan Tahun 2026, yang baru saja ditandatangani. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

Di sebuah ruang pertemuan di Jakarta, Selasa 1 September 2026, tinta hitam menorehkan jejak sejarah baru. Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kembali dipercaya oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) untuk menyelenggarakan Program Beasiswa Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Tahun 2026.



Kepercayaan ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas, melainkan amanah besar: menyiapkan generasi muda yang akan menjadi tulang punggung industri kelapa sawit Indonesia.

Bagi PNL, ini adalah tahun kedua dipercaya sebagai perguruan tinggi penyelenggara program beasiswa. Sebanyak 120 mahasiswa akan menempuh pendidikan vokasi di kampus ini, tersebar dalam tiga program studi: 30 mahasiswa Program Sarjana Terapan Teknik Informatika. 30 mahasiswa Program Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Kimia Industri. Dan 60 mahasiswa Program Diploma Tiga Teknologi Kimia

Direktur PNL, Assoc. Prof. Dr. Ir. Rizal Syahyadi, menyebut kepercayaan ini sebagai amanah sekaligus pengakuan. “Kami berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik kepada para penerima beasiswa. Pendidikan vokasi harus relevan dengan kebutuhan sektor kelapa sawit dan memberi dampak nyata bagi pengembangan SDM,” ujarnya penuh keyakinan.

Baginya, Informatika adalah pintu digitalisasi industri sawit, sementara Teknologi Rekayasa Kimia dan Teknologi Kimia adalah denyut proses pengolahan, pengendalian mutu, dan efisiensi produksi. Semua diarahkan untuk menjawab tantangan transformasi industri yang kian kompleks.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, H. Muhammad Arifai, menambahkan bahwa kerja sama dengan BPDP bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga penguatan jejaring kelembagaan. “Kolaborasi ini adalah kontribusi nyata perguruan tinggi vokasi dalam menyiapkan SDM yang mampu menjawab kebutuhan industri kelapa sawit dan pembangunan nasional,” tegasnya.

Kepada Waspada.id, diberitahukan, Program Beasiswa SDM Perkebunan 2026 adalah jembatan antara kampus dan industri. Ia menegaskan peran PNL sebagai perguruan tinggi vokasi yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menyalakan keterhubungan dengan dunia kerja. Dari ruang kelas di Lhokseumawe, lahir generasi yang akan menggerakkan mesin-mesin pabrik, mengolah data digitalisasi, dan menjaga mutu produksi sawit Indonesia.

Dari Politeknik Lhokseumawe untuk Indonesia

di akhir wawancara dengan Waspada.id, kata Rizal Syahyadi, kepercayaan ini adalah api kecil yang menyala di ujung barat Nusantara, namun cahayanya menjangkau jauh ke depan. Dari Lhokseumawe, PNL menyiapkan sumber daya manusia yang akan menjawab kebutuhan industri kelapa sawit masa depan. Sebuah perjalanan pendidikan yang bukan hanya tentang ilmu, tetapi juga tentang amanah, kolaborasi, dan harapan. (Maimun Asnawi, S.HI.,M.Kom.I/WASPADA.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement