Breaking News
Memuat breaking news...

Dari Pulau Tidung, SMKN 61 Jakarta Cetak Taruna Berstandar Internasional

Redaksi
Redaksi
Jumat, 26 Juni 2026 - 4.33 PM WIB
Dari Pulau Tidung, SMKN 61 Jakarta Cetak Taruna Berstandar Internasional
SMKN 61 Jakarta sukses meraih pengakuan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Berada di Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu, tidak menjadi penghalang bagi SMKN 61 Jakarta untuk mencetak lulusan berdaya saing global. Justru, sekolah yang menjadi SMK Pusat Keunggulan berbasis kemaritiman ini memanfaatkan lingkungan laut sebagai laboratorium alami bagi para tarunanya.

SMKN 61 Jakarta memiliki lima program keahlian, yakni Nautika Kapal Niaga, Teknika Kapal Niaga, Nautika Kapal Penangkapan Ikan, Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut, serta Kuliner. Dari lima program tersebut, tiga jurusan telah memperoleh approval atau pengakuan internasional, yaitu Nautika Kapal Niaga, Teknika Kapal Niaga, dan Nautika Kapal Penangkapan Ikan.

Dengan pengakuan tersebut, ijazah lulusan ketiga jurusan telah memenuhi standar International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW), sehingga diakui oleh industri pelayaran internasional.

Kepala SMKN 61 Jakarta, Firdaus, mengatakan letak sekolah di kawasan kepulauan justru menjadi keunggulan tersendiri. Para taruna tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik langsung di laut.

"Anak-anak memahami kondisi laut yang sesungguhnya, mulai dari cuaca, arus hingga ekosistem perairan. Pembelajaran menjadi lebih kontekstual karena mereka berinteraksi langsung dengan lingkungan maritim," ujarnya saat menerima kunjungan media massa yang difasilitasi Tim Humas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Suku Dinas Pendidikan Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Hadir dalam kesempatan itu Kepala Biro Komunikasi dan Humas (BKHM) Kemendikdasmen Yudhistira Nugraha dan Kepala Sudin Pendidikan Kepulauan Seribu, Muhammad Thohari.

Menurut Firdaus, sekolah juga menerapkan sistem pendidikan ketarunaan untuk membentuk karakter disiplin, loyal, bertanggung jawab, mandiri, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Karakter tersebut dinilai menjadi bekal penting bagi lulusan yang akan bekerja di dunia pelayaran.

Untuk mendukung proses pembelajaran, SMKN 61 Jakarta dilengkapi berbagai fasilitas berstandar industri seperti bridge simulator, engine simulator, serta laboratorium pendukung lainnya yang memungkinkan siswa berlatih sesuai kondisi kerja sesungguhnya.

Selain itu, sekolah juga aktif membuka peluang kerja bagi alumninya melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) yang bekerja sama dengan berbagai lembaga pelatihan kerja. Salah satu hasil nyata dari kerja sama tersebut adalah penempatan lulusan ke Jepang, baik di sektor perikanan maupun kuliner.

Firdaus mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara kurikulum berbasis industri, fasilitas pembelajaran yang memadai, sistem ketarunaan, serta lingkungan belajar maritim yang autentik.

"Kami bangga dapat mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki mental, disiplin, dan pengalaman maritim yang sesungguhnya. Pengakuan internasional pada tiga jurusan serta banyaknya alumni yang bekerja di luar negeri membuktikan sekolah di pulau kecil mampu menghasilkan sumber daya manusia kelas dunia," katanya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Kepulauan Seribu, Muhammad Thohari, mengatakan SMKN 61 Jakarta merupakan SMK Pusat Keunggulan dengan fokus pada bidang kemaritiman, kuliner, serta agribisnis perikanan air payau dan laut.

Ia menjelaskan, program keahlian Nautika Kapal Penangkapan Ikan telah memperoleh sertifikat pengakuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak 2022. Tahun ini, pengakuan juga diberikan Kementerian Perhubungan kepada program Nautika Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga.

"Dulu lulusan SMKN 61 umumnya hanya bisa bekerja sebagai anak buah kapal. Setelah memperoleh pengakuan ini, mereka memiliki peluang menjadi perwira, nakhoda, bahkan bersaing di perusahaan pelayaran internasional dengan prospek karier dan penghasilan yang lebih baik," ujar Thohari.

Dalam kunjungan tersebut, para siswa turut mendemonstrasikan kemampuan mengoperasikan

bridge simulator, engine simulator navigasi kapal yang menjadi salah satu fasilitas unggulan sekolah. Antusiasme juga terlihat dari para taruna yang optimistis dapat mewujudkan cita-cita berkarier di dunia pelayaran.

"Bangga bisa sekolah di sini. Ini memang cita-cita saya menjadi pelaut," kata siswa kelas XI, M. Asyuro.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement