Breaking News
Memuat breaking news...

Dari Sampah Menjadi Bunga, Kreativitas di Stan Kota Sigli

Redaksi
Redaksi
Rabu, 16 September 2026 - 8.59 PM WIB
Dari Sampah Menjadi Bunga, Kreativitas di Stan Kota Sigli
Camat Kota Sigli Husaini, S.Sos., mengamati bunga hasil kreativitas masyarakat yang dipajang di Stan Kecamatan Kota Sigli pada arena Uroe Lahe ke-515 Pidie. Waspada.id/ Muhammad Riza
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SIGLI (Waspada.id): Dari kejauhan, bunga-bunga kertas berwarna-warni tampak menghiasi salah satu sudut Stan Kecamatan Kota Sigli. Bentuknya menyerupai bunga sungguhan, tersusun rapi dan menjadi perhatian pengunjung yang melintas di arena Uroe Peuingat Lahe ke-515 Pidie.

Namun, siapa sangka bunga-bunga cantik itu bukan berasal dari toko bunga. Bahannya justru berasal dari sampah rumah tangga yang dikumpulkan dan diolah kembali menjadi kerajinan tangan.

Di balik karya tersebut terdapat kreativitas anggota PKK Gampong Kuala Pidie atau Gampong Cina, Kecamatan Kota Sigli. Ayu, anggota PKK Gampong Kuala Pidie, bersama kelompoknya memanfaatkan barang-barang yang selama ini kerap dianggap tidak berguna.

Lembaran kertas bekas, sisa buku tulis, majalah hingga bahan sederhana lainnya dipotong, dilipat dan dirangkai. Perlahan, potongan-potongan kertas itu berubah menjadi kelopak, kemudian disusun menjadi bunga yang memiliki bentuk dan warna menarik.

Ayu mengatakan bahan-bahan yang ada di sekitar rumah masih dapat dimanfaatkan sebelum dibuang.

“Bahan yang ada di sekitar kita masih bisa dimanfaatkan. Daripada langsung dibuang, lebih baik dicari manfaatnya dan diolah menjadi kerajinan,” ujarnya saat menjelaskan kreativitas kelompoknya.

Di tangan mereka, sampah tidak lagi sekadar benda yang harus dibuang. Barang bekas dikumpulkan, dipilah dan dimanfaatkan menjadi karya yang dapat mempercantik ruangan sekaligus berpotensi memiliki nilai ekonomi.

Camat Kota Sigli Husaini, S.Sos., memperlihatkan produk minuman rempah Randa kepada pengunjung Stan Kecamatan Kota Sigli pada Uroe Peuingat Lahe ke-515 Pidie. Waspada.id/Muhammad Riza



Camat Kota Sigli, Husaini, S.Sos., mengaku bangga melihat kreativitas masyarakat yang ditampilkan dalam stan kecamatan. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya memperlihatkan keterampilan ibu-ibu, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk ikut memperkuat ekonomi keluarga.

“Peran ibu dalam keluarga sangat besar. Ketika memiliki keterampilan dan mampu menghasilkan produk yang bernilai jual, ibu-ibu tidak hanya berkarya, tetapi juga bisa membantu suami menambah pendapatan keluarga,” kata Husaini.

Ia berharap kreativitas masyarakat terus dikembangkan menjadi kegiatan produktif dan bernilai ekonomi. Menurutnya, tambahan pendapatan dari usaha rumahan, meski dimulai dari skala kecil, dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi.

“Yang penting adalah kemauan untuk berkarya. Dari bahan sederhana yang ada di rumah pun bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai. Ini patut kita dukung agar semakin berkembang,” ujarnya.

Suasana stan semakin semarak dengan hadirnya berbagai produk UMKM. Salah satunya minuman serbuk Randa yang dikembangkan oleh Cut Enda Hafrina dari Gampong Benteng, Kecamatan Kota Sigli.

Randa merupakan minuman berbahan rempah yang diracik dari jahe dan serai. Produk tersebut telah dipasarkan melalui sejumlah tempat, antara lain Market Indah Sari, Gunung Salju, Pocut Souvenir serta Ikhtiar Sehat Banda Aceh.

Beragam kerajinan dan produk UMKM yang ditampilkan menjadi bukti kreativitas masyarakat sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi keluarga.

Bunga dari sampah rumah tangga dan produk olahan rempah menjadi cerita kecil dari sebuah perayaan besar.

Uroe Peuingat Lahe ke-515 Pidie pun terasa bukan hanya sebagai peringatan perjalanan sejarah Pidie, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat memperlihatkan kreativitas, karya dan potensi ekonomi mereka.(id69)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement