Dari SDN 2 Tanah Pasir ke Panggung Kabupaten: Azlina Myesha Bawa Pesan Berbakti pada Orang TuaDari SDN 2 Tanah Pasir ke Panggung Kabupaten: Azlina Myesha Bawa Pesan Berbakti pada Orang Tua

Di salah satu ruang kelas SD Negeri 6 Syamtalira Aron, Aceh Utara, Sabtu (8/8/26) pagi, terdengar suara lantang Azlina Myesha, siswi kelas II Sekolah Dasar Negeri 2 Tanah Pasir, berpidato. Dia tampil di ruang kelas sekolah itu untuk ikut serta dalam seleksi Pekan Ketrampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) tingkat MKKS Syamtalira Aron tahun 2026.
Hari itu, di hadapan dewan juri, Azlina, tampil dengan pidato yang berjudul ‘Berbakti kepada Dua Orang Tua’. Saat Azlina maju dan berdiri di depan mikrofon, suasana berubah. Kata-katanya bukan sekadar pidato, melainkan kisah yang mengetuk hati setiap orang tua dan para hadirin yang hadir.
Azlina bercerita tentang ayah—sosok yang berangkat pagi sebelum matahari naik, pulang malam ketika bintang sudah bertaburan. Ayah yang jarang mengeluh, meski tubuhnya letih, demi memastikan anak-anaknya bisa makan, bisa bersekolah, dan bisa tersenyum. Lalu tentang ibu—pelabuhan kasih sayang, yang mengandung dalam kelemahan, menyusui dalam keletihan, dan mendidik dengan kesabaran.
Dalam pidatonya, Al-Qur’an surat Luqman ayat 14 menjadi pijakan: “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku tempat kembali.” Ayat itu seakan hidup di tengah hadirin.
Lalu Azlina melanjutkan, Rasulullah SAW pun mengingatkan: “Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR. Tirmidzi).
Pidato itu tidak berhenti pada nasihat, melainkan memberi jalan: Mendengarkan nasihat orang tua tanpa membantah. Rajin belajar dan membantu pekerjaan rumah, serta, mendoakan mereka setiap selesai shalat.

Ketiga peserta dari SDN 2 Tanah Pasir berhasil lolos ke babak seleksi tingkat MKKS: Bilqis Humaira, ikut dalam cabang Tilawah. Kemudian, Thalita Adelia, cabang Tahfiz Quran. Dan, Azlina Myesha tampil pada cabang pidato.Waspada.id/Maimun Asnawi
Kata Azlina dalam pidatonya, doa orang tua adalah harta yang paling berharga. Banyak kisah anak-anak kampung yang berhasil kuliah di kota besar, bukan karena harta melimpah, melainkan karena doa ibu yang tak pernah putus di sepertiga malam. Ada pula kisah ayah yang menjual hasil panen seadanya, demi membiayai anaknya belajar mengaji.
“Barang siapa menjaga hati orang tuanya, maka Allah akan menjaga hidupnya.” Kalimat itu terasa nyata. Tanpa doa dan ridha orang tua, langkah hidup terasa berat, hati sempit, dan keberkahan menjauh.
Pidato ditutup dengan bait pantun sederhana:
Petik melati di pinggir jalan,
Harum baunya memikat hati.
Doa anak saleh jadi harapan,
Bersyukur dan tahu berbakti.
Pantauan Waspada.id, hadirin terdiam. Beberapa pendengar menitikkan air mata, dan ada juga yang menunduk dengan senyum bangga. Di panggung kecil itu, seorang anak telah mengingatkan kita: jangan pernah membuat orang tua menangis karena kita, buatlah mereka tersenyum dan bangga.
Dan, pesan itu bukan sekadar kata-kata. Ia adalah napas kehidupan, doa yang menjaga langkah, dan cahaya yang menuntun menuju surga.
Kepala SD Negeri 2 Tanah Pasir, Hj Dewi Murni, M.Pd, melalui Guru Pendidikan Agama Islam, Khairunnisa, S.Pdi kepada Waspada.id memberitahukan, ada tiga siswa dari sekolahnya yang berhasil lolos dari seleksi antar sekolah di Kecamatan Tanah Pasir. Ke tiganya, berhasil tampil di panggung seleksi peserta Pentas PAI tingkat MKKS Syamtalira Aron, setelah masing-masing berhasil mengalahkan empat peserta dari setiap cabang.
Ke tiga peserta yang berhasil lolos ke babak seleksi tingkat MKKS yaitu Bilqis Humaira. Dia ikut dalam cabang Tilawah. Kemudian, Thalita Adelia, dia ikut dalam cabang Tahfiz Quran. Dan, Azlina Myesha tampil pada cabang pidato.
“Dari tiga peserta, hanya Azlina yang berhasil lolos ke Pentas PAI tingkat kabupaten. Sedangkan Thalita Adelia dan Bilqis Humaira hanya sampai di tingkat MKKS Syamtalira Aron,” sebut Khairunnisa. WASPADA.id
Maimun Asnawi, S.HI., M.Kom.I































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda