Dari Tenda Darurat ke Gedung Dua Lantai, TK IKSM Pidie Jaya Bangkit Pascabanjir


MEUREUDU (Waspada.id): Banjir yang merendam TK IKSM di Kabupaten Pidie Jaya hingga melebihi pinggang orang dewasa pada akhir November 2025 memaksa guru dan anak-anak meninggalkan ruang belajar mereka. Pada awal pascabanjir, kegiatan belajar mengajar berlangsung di tenda darurat. Memasuki tahun ajaran baru, sekolah kemudian menumpang di Aula Markas PMI Pidie Jaya sambil menunggu pemulihan bangunan.
Upaya membangun kembali sekolah dimulai melalui pengajuan bantuan revitalisasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada Desember 2025. Usulan tersebut disetujui pada Mei 2026, dengan anggaran sebesar Rp1,4 miliar untuk memulihkan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana.

Kini, proses pembangunan telah mencapai 90 persen. Kepala TK IKSM, Fitri, Selasa (27/10), mengatakan pekerjaan yang tersisa meliputi pemasangan pagar dan kanopi, yang dijadwalkan berlangsung pekan ini. Pihak sekolah menargetkan pembangunan rampung pada akhir Oktober sehingga gedung dapat digunakan pada awal November.
“Insyaallah akhir bulan ini pembangunan selesai 100 persen. Target kami, awal bulan depan gedung sudah bisa ditempati oleh guru dan anak-anak,” ujar Fitri.
Gedung baru tersebut terdiri atas dua lantai dengan fasilitas ruang belajar, ruang administrasi, ruang guru, ruang UKS, toilet tiga bilik, serta area penyimpanan alat permainan edukatif. Pembangunan juga mencakup pagar, gerbang, dan area bermain berkanopi.
Salah seorang guru, Sofianan, mengatakan perpindahan tempat belajar pascabanjir menjadi tantangan bagi guru dan anak-anak. Karena itu, rampungnya pembangunan sangat dinantikan agar proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung di sekolah sendiri.

Proses PBM (Proses belajar mengajar) di Aula Markas PMI Pidie Jaya.Waspada.id/Nasruddin
Selain memulihkan sarana pendidikan, proyek revitalisasi ini turut memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui keterlibatan pekerja dari Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua serta pemanfaatan usaha lokal untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pekerja.
Untuk mendukung pembelajaran, guru menggunakan proyektor yang dibeli melalui dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). Sementara itu, perangkat Interactive Flat Panel (IFP), berupa layar digital interaktif, masih dalam proses pengiriman dari pemerintah.
Fitri berharap dukungan pemerintah berlanjut, terutama untuk melengkapi alat permainan edukatif, meja, kursi, sanitasi, dan fasilitas pembelajaran lainnya.
Setelah berbulan-bulan belajar di tempat sementara, TK IKSM kini menatap kepulihan. Sekolah berharap gedung baru segera digunakan agar anak-anak kembali belajar dengan aman dan nyaman, tanpa lagi terkendala keterbatasan ruang akibat banjir. (Nas)
Berita Terkait








































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda