Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Dari Terendam Banjir ke Ruangan Baru: Negara Hadir di SDN 107416 Sugiharjo

Redaksi
Redaksi
Senin, 2 November 2026 - 3.13 PM WIB
Dari Terendam Banjir ke Ruangan Baru: Negara Hadir di SDN 107416 Sugiharjo
Suasana ruang kelas baru di SD Negeri 107416 Sugiharjo, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (28/10/2026). (Dok Tim Media Satgas PRR).
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

BATANG KUIS (Waspada.id): Bagi Maisyarah (36), Desa Sugiharjo bukan sekadar tempat tinggal. Desa itu jadi pusat kehidupan. Ia tumbuh dan menjadi saksi perkembangannya. Termasuk perkembangan SDN 107416, salah satu sekolah di tempatnya tinggal.

SDN 107416 Sugiharjo adalah tempat bersekolah Maysarah dulu. Selama puluhan tahun, ia menyaksikan sekolah itu berulang kali terendam banjir, kumuh, tanpa pagar memadai. Halaman sekolah itu sempat dijadikan tempat jemur padi, sampah berserakan, hewan ternak bebas masuk, bahkan pernah dijadikan jalur akses pencurian sawit.

Dari Terendam Banjir ke Ruangan Baru: Negara Hadir di SDN 107416 Sugiharjo

Suasana gedung baru (tampak luar) di SD Negeri 107416 Sugiharjo, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (28/10/2026). (Dok Tim Media Satgas PRR)

Kini ia menyaksikan perubahan nyata.

"Sudah jauh beda sekali. Dulu halaman becek, sekolah lembab, banjir hampir tiap tahun. Sekarang ruangan sudah ditinggikan, lantai keramik rapi, meja kursi baru. Anak saya pulang bercerita bahwa bangkunya terasa seperti bangku kuliah," ujar Maisyarah dengan mata berbinar.

Dari Terendam Banjir ke Ruangan Baru: Negara Hadir di SDN 107416 Sugiharjo

Maisyarah, wali murid SD Negeri 107416 Sugiharjo, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (28/10/2026). (Dok Tim Media Satgas PRR)

Transformasi itu juga dirasakan Alifah Husna (11), siswi Kelas VI SDN 107416 Sugiharjo. Ia masih ingat bagaimana dulu ruang kelas terasa panas dan pengap, sepatunya yang berlubang kerap terendam air saat berangkat sekolah, dan ketika banjir besar tiba ia lebih banyak bermain gim daripada belajar. Kini meski belum ada kipas angin maupun jam dinding, udara terasa lebih segar dan ia semakin semangat mengikuti pelajaran.

"Dulu sepatu saya basah terus. Sekarang lantai sudah agak ditinggikan. Saya berharap ada kipas angin dan jam dinding agar belajar makin nyaman," tutur Alifah.

Dari Terendam Banjir ke Ruangan Baru: Negara Hadir di SDN 107416 Sugiharjo

Alifah Husna murid SD Negeri 107416 Sugiharjo, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (28/10/2026). (Dok Tim Media Satgas PRR)

Negara hadir melalui program revitalisasi sekolah bersumber APBN senilai Rp704.492.862 yang dialokasikan untuk merehabilitasi tiga ruang kelas (Kelas IV, V, VI), kantor sekolah, penataan lingkungan belakang, peninggian lantai, pemasangan keramik, pengecatan, serta pengadaan meja, kursi dan lemari baru. Ada pula keramik aksesibilitas bagi penyandang disabilitas sebagai wujud sekolah inklusif. Pekerjaan dimulai awal Juli dan rampung awal Oktober 2026 dengan progres 100 persen.

Plt Kepala SDN 107416 Sugiharjo, Irawati Ginting, menceritakan bahwa banjir November 2025 menjadi salah satu yang terparah. Air mencapai setinggi paha, merendam seluruh ruang kelas, kantor hingga rumah sejumlah guru. Kegiatan belajar mengajar terhenti dua minggu. Guru-guru sendiri yang turun tangan membersihkan lumpur dan menguras air.

"Karena daerah ini dataran rendah, air kiriman dari wilayah sekitar kerap berkumpul ke sini. Tiap Oktober-Desember kami sudah was-was. Sekarang setelah ditinggikan harapannya tidak mudah tergenang lagi," ujar Irawati.

Guru Kelas V Nuzulliah Karin menambahkan bahwa sebelum revitalisasi dinding lembab, berjamur, atap bocor dan lantai rendah membuat air mudah merembes masuk. Bahkan sekolah dulu harus menggantung lemari agar tidak rusak terendam. Setelah diperbaiki, suasana belajar menjadi jauh lebih nyaman. Namun sekolah masih kekurangan ruang guru yang layak, Ruang UKS serta perlengkapan seperti kipas angin.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera yang juga Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menargetkan perbaikan sebanyak 4.992 fasilitas sekolah di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat dalam tiga tahun ke depan.

“Kami juga memahami bahwa beberapa kementerian dan lembaga, seperti Kemendikdasmen, bekerja sama dengan Kementerian PU untuk membangun dan memperbaiki sekolah-sekolah. Perbaikan sekolah-sekolah ini ada yang dilakukan melalui kerja sama dengan PU, ada juga dengan TNI AD. Selain itu, ada anggaran yang langsung diserahkan kepada sekolah untuk perbaikan,” jelas Tito.

Dari Terendam Banjir ke Ruangan Baru: Negara Hadir di SDN 107416 Sugiharjo

Kondisi lantai baru yang inklusif dan ramah disabilitas di SD Negeri 107416 Sugiharjo, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (28/10/2026). (Dok Tim Media Satgas PRR)

Sejalan Renduk PRRP

Berdasarkan Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Renduk PRRP) Sumatera 2026–2028, sasaran revitalisasi tersebut mencakup sekolah, madrasah, pesantren, dan satuan pendidikan keagamaan.

Pemulihan sektor pendidikan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik gedung sekolah. Pemerintah juga merencanakan dukungan terhadap sarana belajar dan tenaga pendidik agar proses pembelajaran dapat kembali berjalan.

Melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi yang direncanakan selama 2026–2028, pemulihan fasilitas pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan belajar sekaligus membangun lingkungan pendidikan yang lebih aman dan tangguh terhadap risiko bencana. (*)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement