Breaking News
Memuat breaking news...

Dari Toko Kue di Medan ke Tanah Suci, Kisah M Soleh Melayani Jamaah Haji 2026

Redaksi
Redaksi
Selasa, 23 Juni 2026 - 9.23 PM WIB
Dari Toko Kue di Medan ke Tanah Suci, Kisah M Soleh Melayani Jamaah Haji 2026
M Soleh Tanjung, petugas haji Daker Makkah asal Medan, Sumut saat tiba di Bandara Soetta, Tangerang, Selasa (23/6/2026).
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

TANGERANG (Waspada.id): Siang itu suasana di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, terasa berbeda. Di balik lalu-lalang penumpang, sejumlah keluarga tampak menunggu dengan wajah penuh harap. Ada yang membawa anak kecil, ada yang menggenggam ponsel untuk mengabadikan momen, dan ada pula yang tak henti menatap pintu kedatangan.

Mereka menanti orang-orang terkasih yang telah lebih dari dua bulan berada di Tanah Suci. Bukan sebagai jamaah, melainkan sebagai petugas yang mengabdikan diri untuk melayani ratusan ribu jamaah haji Indonesia.

Di antara rombongan yang tiba, tampak sosok M Soleh Tanjung. Wajahnya lelah, namun senyumnya tak lepas. Selama sekitar 60 hari, pria berusia 45 tahun itu bertugas di Daerah Kerja (Daker) Makkah Sektor 2, menangani layanan transportasi jamaah haji Indonesia.

Bagi Soleh, musim haji tahun ini bukan sekadar perjalanan kerja. Ia menjadi bagian dari tim yang memastikan mobilitas lebih dari 221 ribu jamaah Indonesia selama puncak pelaksanaan ibadah haji. Utamanya saat puncak haji, dimana semua kerja keras dan cerdas menjadi sebuah keharusan bagi para petugas pelayanan haji.

"Memindahkan 221 ribu jamaah dalam satu malam di sesi arafah muzdalifah mina, misalnya, memang bukan perkara mudah. Repot, tapi asik," ujarnya sambil tersenyum saat dicegat Waspada.id di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (23/6/2026).

Kalimat sederhana itu menggambarkan berat sekaligus membanggakannya tugas yang dijalani. Di balik kelancaran pergerakan jamaah dari satu titik ke titik lainnya, terdapat kerja panjang yang nyaris tak terlihat oleh publik. Para petugas harus memastikan armada tersedia, jadwal berjalan tepat waktu, dan jamaah dapat berpindah dengan aman di tengah jutaan manusia yang memadati Kota Makkah.

Namun bagi Soleh, semua kelelahan itu terbayar lunas.

Pria asal Medan ini sejatinya bukan aparatur pemerintah. Ia merupakan petugas haji dari unsur swasta. Di kampung halamannya di kawasan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara, Soleh menjalani keseharian sebagai pengusaha kecil. Bersama sang istri, Hermina, ia mengelola usaha toko kue rumahan sambil membesarkan empat orang anak.

Musim haji tahun ini menjadi pengalaman pertama baginya menjadi petugas haji.

"Melayani jamaah haji tahun ini adalah pengalaman baru bagi saya. Tentu sangat berkesan. Apalagi diberi kesempatan juga untuk menunaikan ibadah haji. Ini sungguh sebuah anugerah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala," tuturnya.

Selama berbulan-bulan berada jauh dari keluarga, Soleh mengaku banyak belajar tentang makna pengabdian. Ia menyaksikan langsung bagaimana ribuan petugas bekerja tanpa mengenal waktu demi memastikan jamaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan nyaman.

Tahun ini, sebanyak 1.751 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bertugas penuh sejak April 2026. Mereka mengawal seluruh rangkaian operasional haji dan melayani lebih dari 221 ribu jamaah Indonesia yang datang ke Tanah Suci.

Seiring berakhirnya operasional di Makkah, para petugas mulai dipulangkan secara bertahap ke Indonesia pada 23 Juni hingga 4 Juli 2026. Petugas Daker Makkah menjadi kelompok pertama yang kembali ke Tanah Air, disusul petugas Daker Madinah dan petugas bandara.

Bagi para petugas, kepulangan ini bukan hanya akhir dari sebuah penugasan, tetapi juga momen kembali ke pelukan keluarga setelah sekian lama berpisah. Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, sebagian besar dari mereka langsung melanjutkan perjalanan menuju daerah asal masing-masing menggunakan penerbangan lanjutan.

Kedatangan perdana para petugas haji tersebut disambut langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Irfan Yusuf. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras para petugas yang telah mengawal penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah.

Namun bagi Soleh Tanjung, penghargaan terbesar mungkin bukanlah sambutan resmi itu. Melainkan kesempatan pulang membawa cerita pengabdian, kembali berkumpul dengan keluarga, serta keyakinan bahwa puluhan hari yang ia habiskan di Tanah Suci telah menjadi bagian dari pelayanan terbaik untuk para tamu Allah.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement