Breaking News
Memuat breaking news...

Dari Ujung Barat Aceh ke Jawa: SD 2 Muhammadiyah Langsa Benchmarking ke Surabaya dan Yogyakarta

Redaksi
Redaksi
Jumat, 14 Agustus 2026 - 5.50 AM WIB
Dari Ujung Barat Aceh ke Jawa: SD 2 Muhammadiyah Langsa Benchmarking ke Surabaya dan Yogyakarta
Guru SD 2 Muhammadiyah Langsa Benchmarking ke Surabaya dan Yogyakarta.Waspada/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LANGSA (Waspada.id): Demi mengejar mutu pendidikan yang berkemajuan, SD 2 Muhammadiyah Langsa melaksanakan kegiata. benchmarking dengan menempuh perjalanan panjang dari ujung barat Aceh menuju Surabaya dan Yogyakarta, 10–12 Agustus 2026.

Kegiatan benchmarking ini bukan wisata, melainkan datang untuk belajar praktik baik, bertukar ide, dan membangun jejaring dengan sekolah Muhammadiyah yang sudah maju inovasinya.

Dalam rangkaian benchmarking ini, SD 2 Muhammadiyah Langsa mengutus sejumlah perwakilan, yakni Nurmaria Ulfa, M.Pd., Koordinator Kurikulum, Andina, S.Pd., Bendahara Sekolah, Fitriani, M.Pd., Kepala Perpustakaan, Dyah Retno Rachmadini, S.Pd., Ketua Komunitas Belajar (Kombel), serta Raju Syahputra, S.Sos., Guru Bimbingan dan Konseling (BK).

Untuk titik pertama, rombongan SD 2 Muhammadiyah Langsa mampir ke "Mudipat", Intip Program Cambridge di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya atau Mudipat, Senin (10/8).

Di sekolah bertaraf internasional ini, rombongan SD 2 Muhammadiyah Langsa disambut hangat. Mereka diajak berkeliling melihat kelas, fasilitas, hingga program unggulan.

Yang paling mencuri perhatian: Program Cambridge. Program ini dinilai mampu memperluas wawasan dan daya saing siswa di era global.

Sementara, Kepala Mudipat Edi Susanto berpesan tulus kepada guru-guru dari Langsa.

“Terus belajar, peduli sama anak, jaga kualitas layanan. Jangan tinggalkan pendidikan karakter dan pendidikan agama. Itu kunci anak jadi baik dan bermutu,” pesannya.

Lanjut ke Condongcatur, Bedah Visi Misi Sekolah. Dua hari kemudian, Rabu (12/8), rombongan bertolak ke SD Muhammadiyah Condongcatur Yogyakarta.

Di sini diskusinya lebih dalam: tentang membangun budaya sekolah, merumuskan visi misi bersama, hingga strategi pengelolaan.

Kepala Sekolah Sulasmi, M.Pd. menekankan satu hal penting yakni, pondasi sekolah yang kuat itu visi dan misi bersama. Kalau semua bergerak satu arah, Insyaallah program apapun akan jalan. Semoga ilmu di sini bisa diterapkan di Langsa.

Sementara Koordinator Kurikulum SD 2 Muhammadiyah Langsa, Nurmaria Ulfa, M.Pd., menyampaikan bahwa perjalanan benchmarking tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi sekolah.

Lanjutnya, bagi kami, kunjungan ini bukan sekadar melihat bagaimana sekolah lain menjalankan programnya, tetapi menjadi kesempatan untuk belajar, berdiskusi, dan menggali praktik-praktik baik yang bisa kami adaptasi sesuai dengan kebutuhan SD 2 Muhammadiyah Langsa.

"Semoga pengalaman yang kami dapatkan menjadi inspirasi untuk menghadirkan inovasi dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah," sebutnya

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Mudipat dan SD Muhammadiyah Condongcatur yang telah menerima rombongan dengan hangat dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan pendidikan.

Dari Surabaya hingga Yogyakarta, perjalanan benchmarking ini menjadi bukti bahwa semangat meningkatkan mutu pendidikan tidak mengenal jarak. Setiap praktik baik yang dipelajari menjadi bekal untuk terus melakukan refleksi, berinovasi, dan mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

"Bagi SD 2 Muhammadiyah Langsa, benchmarking bukanlah tentang meniru sekolah lain secara utuh, melainkan belajar dari keberhasilan, mengambil inspirasi, kemudian mengadaptasinya sesuai karakteristik dan kebutuhan sekolah," tambahnya.

Perjalanan dari ujung barat Aceh menuju dua kota pendidikan di Pulau Jawa ini diharapkan menjadi energi baru bagi SD 2 Muhammadiyah Langsa untuk terus bertumbuh sebagai sekolah yang adaptif, inovatif, berkarakter, dan berkemajuan.

"Dari Langsa belajar ke Surabaya, melanjutkan langkah ke Yogyakarta. Kemudian, dari praktik baik tumbuh inspirasi, dari kolaborasi lahir inovasi, dan dari perjalanan panjang ini diharapkan hadir pendidikan Muhammadiyah yang semakin bermutu untuk generasi masa depan," imbuhnya. (Id75)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement