Breaking News
Memuat breaking news...

Datok Mulyadi Bangun Kantor Desa dari Uang Pribadi demi Masyarakat

Redaksi
Redaksi
Senin, 27 Juli 2026 - 3.04 PM WIB
Datok Mulyadi Bangun Kantor Desa dari Uang Pribadi demi Masyarakat
Datok Penghulu Paya Baru, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, Mulyadi bangun kantor desa dari uang pribadi demi masyarakat. (Waspada.id/Ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MANYAK PAYED (Waspada.id): Siang itu, angin pelan menggerakkan bendera merah putih yang berdiri di depan sebuah bangunan bercat hijau cerah.

Di balik pagar kayu sederhana, sebuah kantor desa tampak bersih dan rapi—jauh berbeda dari bayangan kantor kampung yang sering kali seadanya.

Di dalamnya, aktivitas berjalan seperti biasa. Beberapa aparatur kampung duduk di meja kerja, menatap layar laptop, berbincang ringan, sesekali melayani masyarakat yang datang dengan keperluan administrasi.

Tak banyak yang tahu, bangunan itu tidak lahir dari anggaran pemerintah. Ia berdiri dari niat dan pengorbanan pribadi seorang pemimpin kampung.

Dialah Mulyadi, Datok Penghulu Kampung (sebutan kepala desa di Aceh Tamiang), Paya Baru, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, terpilih priode tahun 2026 - 2032.

Dengan tenang, tanpa banyak sorotan, ia memutuskan membangun kantor desa menggunakan uang pribadinya.

Keputusan itu lahir dari kegelisahan sederhana, pelayanan masyarakat tidak boleh terhambat hanya karena fasilitas yang tidak layak.

“Kantor Datok ini saya bangun dengan dana pribadi. Supaya lebih layak, biar masyarakat juga nyaman saat datang mengurus keperluan,” ujar Mulyadi, kepada Waspada.id, di ruang kerjanya, Senin (27/7/2026).

Sebelumnya, kantor datok penghulu yang digunakan dinilai sudah jauh dari kata representatif.

Ruangan sempit, fasilitas terbatas, dan kondisi bangunan yang mulai menua membuat pelayanan kerap berjalan kurang optimal.

Bagi Mulyadi, itu bukan sekadar persoalan bangunan, melainkan soal tanggung jawab.

Ia ingin aparatur pemerintahan kampung bekerja dengan nyaman, sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang layak.

“Kalau tempatnya baik, kerja juga jadi lebih semangat. Pelayanan ke masyarakat pun bisa lebih maksimal,” katanya.

Tak hanya mengeluarkan biaya pribadi, Mulyadi juga menyediakan lahan miliknya sendiri untuk pembangunan kantor tersebut.

Sebuah keputusan yang bagi sebagian orang mungkin terasa berat, namun baginya adalah bagian dari pengabdian.

“Alhamdulillah, niat ini bisa terlaksana. Mudah-mudahan bermanfaat untuk masyarakat,” ucapnya singkat.

Langkah itu pun menuai apresiasi dari berbagai pihak.

Ketua Majelis Duduk Setikar Kampung (MDSK) Paya Baru, Said Albahri Alatas, menilai apa yang dilakukan Mulyadi bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi contoh nyata kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Datok Mulyadi. Ini bentuk ketulusan dan tanggung jawab seorang pemimpin. Tidak semua orang mau berkorban seperti ini,” ujar Said.

Ia menyebut, inisiatif tersebut menjadi inspirasi bahwa perubahan tidak selalu harus menunggu anggaran atau program besar.

“Ini bukti bahwa dengan niat yang tulus, seorang pemimpin bisa menghadirkan perubahan nyata. Semoga ini membawa manfaat besar bagi masyarakat Paya Baru,” tambahnya.

Di tengah berbagai keterbatasan yang kerap menjadi alasan, langkah kecil dari sebuah kampung di Manyak Payed ini justru menghadirkan pesan besar. Yakni pelayanan publik yang baik selalu berawal dari kepedulian.

Di Kampung Paya Baru, kepedulian itu berdiri tegak berwarna hijau cerah, sederhana, namun penuh makna. (Sutrisno)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement