Datok Yan Djuna Pukau Penonton, Lagu Minang Mengalun dalam Irama Keroncong


MEDAN (Waspada.id): Tokoh Pemuda Melayu Kota Medan, Yan Djuna, bergelar Datok Setia Nara Seni Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli (KMBD), tampil bersama kelompok musik Keroncong Delirama dalam pergelaran Gelanggang Hari Kebudayaan 2026 di Atrium Utara Plaza Medan Fair, Minggu (1/11/2026).
Dalam penampilan tersebut, Yan Djuna membawakan dua lagu legendaris Minangkabau, Ayam Den Lapeh dan Kaparinyo, dengan aransemen keroncong. Menariknya, lagu Kaparinyo dibawakan menggunakan lirik Melayu sehingga menghadirkan warna baru dalam pertunjukan musik lintas budaya itu.
Yan Djuna mengatakan, kolaborasi tersebut merupakan upaya memperkenalkan musik keroncong dengan nuansa budaya Melayu dan Minangkabau.
“Selama ini musik keroncong identik dengan Pulau Jawa. Bersama Delirama, kami menghadirkan nuansa Tanah Deli dan Minangkabau. Ternyata menjadi kemasan yang menarik. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Lagu apa pun bisa dikeroncongkan,” ujarnya.
Yan Djuna bergabung dengan Delirama setelah meraih Juara II Lomba Lagu Keroncong se-Sumatera Utara pada 2025 di Pasar Kamu, Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang.
Selain Yan Djuna, penampilan Delirama turut dimeriahkan vokalis Kiki Koswara, Fira, Pujiono, dan Desrizal. Mereka membawakan sejumlah lagu berbahasa daerah, termasuk Batak Toba dan Mandarin, dalam aransemen keroncong.
Kelompok musik yang dimotori Muhammad Hidayat dan dipimpin Eti Wahyuni tersebut diperkuat sejumlah pemain instrumen, yakni Muhammad Hidayat (biola), Soleh (bas), Desrizal Nababan (gitar), Fahrum Permana (cuk), Ismail (cak), Hamzah (celo), dan Supri (akordeon).
Yan Djuna menilai, pelestarian musik keroncong di Sumatera Utara masih menghadapi tantangan, terutama dalam memperluas apresiasi masyarakat dan menarik minat generasi muda. Menurutnya, diperlukan inovasi dan kolaborasi agar musik keroncong tidak kehilangan tempat di tengah perkembangan industri musik modern.
Ia menyebut upaya tersebut sebagai bagian dari semangat mengangkat kembali kesenian yang memiliki nilai sejarah dan budaya agar lebih dikenal masyarakat.
Gelanggang Hari Kebudayaan 2026 yang mengusung tema “Merayakan Keberagaman, Menggembirakan Kebersamaan” diselenggarakan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sumatera Utara sebagai bagian dari peringatan Hari Kebudayaan Nasional yang jatuh pada 17 Oktober.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam itu menghadirkan musisi dan kelompok seni dari berbagai genre. Kepala BPK Sumatera Utara, Sukronedi, S.Si., M.A., turut hadir menyaksikan kegiatan yang menjadi ruang ekspresi sekaligus promosi keberagaman budaya tersebut.
Selain pertunjukan musik, Delirama juga menggelar dialog mengenai masa depan musik keroncong bersama Pembina Perkumpulan Keroncong Delirama, Prof. Dr. H. OK. Edy Ikhsan, S.H., M.A., dan penasihat Tengku Ryo. Dialog dipandu Kiki Koswara yang juga merupakan penyiar RRI Pro4 FM Medan.
Pembahasan menyoroti pentingnya regenerasi, kreativitas, dan pembaruan penyajian musik keroncong agar tetap diminati lintas generasi.
Delirama dibentuk pada 2010 atas prakarsa Fahrum Permana. Kelompok ini berkomitmen mengembangkan musik keroncong dan membuka kesempatan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk belajar melalui kegiatan latihan di kawasan Pasar 7 Tembung, Desa Percut Sei Tuan.
Di sela kesibukannya sebagai Kepala Studio Podcast Suara Prima Universitas Prima Indonesia (UNPRI) dalam Tim Humas, Yan Djuna mengaku tetap meluangkan waktu untuk berlatih keroncong. Kecintaannya terhadap musik tersebut telah tumbuh sejak kecil, terutama setelah mengenal karya-karya Waldjinah dan Mus Mulyadi.
“Saya fokus pada dunia kemelayuan, tetapi tidak ada salahnya menyukai kesenian keroncong yang legendaris. Bahkan, saya berharap suatu saat bisa memainkan salah satu alat musik pengiringnya,” katanya.
Ia berharap semakin banyak masyarakat, terutama generasi muda, mengenal dan mencintai musik keroncong sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia. (wsp.id)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda