David Roni Ganda Sinaga Perkuat Pemahaman Warga tentang Pancasila dan Toleransi


MEDAN (Waspada.id): Anggota DPRD Kota Medan, David Roni Ganda Sinaga, SE, mengajak masyarakat memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari guna memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan mencegah perpecahan akibat perbedaan suku, agama maupun pilihan politik.
Pesan tersebut disampaikan David dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) bersama ratusan warga di halaman SDN 060826, Jalan Megawati, Gang Damai, Kelurahan Pasar Merah Timur, Kecamatan Medan Area, Minggu (25/10).
Kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan, sekaligus mendorong penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
David menegaskan, Pancasila tidak cukup sekadar dihafal, tetapi harus menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak. Salah satunya dengan mengamalkan sila ketiga, Persatuan Indonesia, melalui gotong royong, menghormati perbedaan, serta menjaga hubungan baik dengan sesama.
“Persatuan Indonesia dapat dimulai dari hal sederhana, seperti gotong royong, menghargai tetangga, dan tidak membeda-bedakan orang lain,” ujarnya.
Menurutnya, keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, dan kebiasaan merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga. Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling merendahkan, bermusuhan, apalagi memutus hubungan persaudaraan.
David juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpecah akibat perbedaan pilihan politik. Dalam kehidupan demokrasi, setiap orang memiliki hak menentukan pilihan sehingga perbedaan pandangan harus dihormati tanpa merusak hubungan kekeluargaan.
“Jangan hanya karena berbeda pilihan, keluarga tidak saling menyapa. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi persaudaraan harus tetap dijaga,” tegasnya.
Ia menambahkan, penguatan wawasan kebangsaan perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Orangtua harus membiasakan anak-anak menghormati orang lain, tidak melakukan diskriminasi, dan menjalin hubungan baik dengan tetangga tanpa memandang latar belakang suku maupun agama.
David berharap melalui kegiatan PIP-WK, masyarakat semakin memahami pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, nilai persatuan, toleransi, gotong royong, dan saling menghormati dapat diterapkan secara nyata di tengah masyarakat.
“Jangan mudah terprovokasi dan jangan menjadikan perbedaan sebagai sumber permusuhan. Mari kita rawat persatuan, perkuat toleransi, dan jadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.(wsp.id)
Berita Terkait



































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda