Breaking News
Memuat breaking news...

DDII Langsa Perkuat Dakwah Digital, Dukung Program Langsa Juara

Redaksi
Redaksi
Rabu, 26 Agustus 2026 - 12.37 PM WIB
DDII Langsa Perkuat Dakwah Digital, Dukung Program Langsa Juara
Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh, Prof. Dr. Muhammad Ar, M.Ed., saat melantik Pengurus DDII Kota Langsa periode 2026–2031 di Aula Gedung SBSN Kuliah Terpadu IAIN Langsa, Rabu (26/8). (Waspada.id/Ibnu Sa’dan)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LANGSA (Waspada.id): Pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Langsa periode 2026–2031 resmi dilantik dalam prosesi yang berlangsung khidmat di Aula Gedung SBSN Kuliah Terpadu IAIN Langsa, Rabu (26/8).

Pelantikan yang dihadiri ulama, akademisi, tokoh masyarakat, unsur pemerintah, mahasiswa, aktivis dakwah dan jajaran pengurus DDII tersebut dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertema “Dakwah dan Ketahanan Sosial di Era Digital: Menyikapi Fenomena LGBT dalam Perspektif Islam, Pendidikan dan Kebijakan Publik.”

Prosesi pelantikan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan kepengurusan, pengucapan ikrar, penandatanganan berita acara serta serah terima amanah dari pengurus periode sebelumnya kepada pengurus baru.

Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh, Prof. Dr. Muhammad Ar, M.Ed., turut melantik kepengurusan DDII Kota Langsa periode 2026–2031. Sebelumnya, Ketua DDII Kota Langsa periode 2021–2026, Prof. Dr. Iskandar Budiman, MCL, menyampaikan sambutan, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua DDII Kota Langsa terpilih, Dr. Muhammad Suhaili Sufyan, Lc., MA.

Dalam pidatonya, Muhammad Suhaili menegaskan komitmen kepengurusan baru untuk menjadikan dakwah sebagai kekuatan yang mampu menjawab tantangan masyarakat, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Ia juga menyatakan dukungan terhadap program Pemerintah Kota Langsa, khususnya semangat Langsa Juara. Menurutnya, semangat tersebut harus dimaknai secara luas, termasuk menjadi juara dalam berbagai bidang kebaikan dan kemanfaatan bagi masyarakat.

“DDII Kota Langsa siap mendukung program Langsa Juara, khususnya bagaimana kita menjadi juara dalam berbagai hal kebaikan, termasuk dalam kegiatan dakwah,” ujarnya.

Suhaili menilai perkembangan media sosial harus menjadi peluang bagi para dai dan aktivis dakwah untuk menyampaikan pesan-pesan Islam secara kreatif, santun dan mudah diterima generasi muda.

Karena itu, ia mengajak para konten kreator di Kota Langsa untuk bersama-sama memperbanyak konten positif dan edukatif sehingga mampu mengimbangi, bahkan mengalahkan, konten-konten digital yang mengarah kepada keburukan.

“Konten kreator harus kita ajak untuk membuat konten-konten kebaikan. Jangan sampai ruang digital lebih banyak dipenuhi konten yang mengarah kepada keburukan. Kita harus hadir dan mengalahkannya dengan konten dakwah yang menarik, mendidik dan bermanfaat,” katanya.

Menurut Suhaili, dakwah pada era digital tidak cukup hanya dilakukan melalui mimbar dan majelis pengajian. Para dai juga harus mampu memasuki ruang-ruang digital yang setiap hari menjadi tempat berinteraksi generasi muda.

Ia berharap kolaborasi DDII dengan pemerintah, perguruan tinggi, ulama, akademisi, keluarga, lembaga pendidikan dan komunitas kreator dapat melahirkan gerakan dakwah digital yang lebih kuat di Kota Langsa.

Bahas Ketahanan Sosial

Setelah pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan seminar nasional yang menghadirkan Prof. Dr. Muhammad Ar, M.Ed., Prof. Dr. Zulkarnaini, MA., dan Dr. Muhammad Suhaili Sufyan, Lc., MA., sebagai narasumber.

Prof. Muhammad Ar membahas pentingnya penguatan dakwah dan pendidikan di era digital. Dakwah, katanya, harus dilakukan secara bijaksana, edukatif dan argumentatif serta mampu menjangkau generasi muda melalui media yang mereka gunakan sehari-hari.

Sementara Prof. Dr. Zulkarnaini, MA., Guru Besar IAIN Langsa bidang Ilmu Tafsir, mengupas persoalan hukum keluarga Islam dan pentingnya menjaga fitrah generasi muda dalam perspektif Al-Qur’an.

Ia menekankan peran keluarga sebagai institusi utama dalam pendidikan iman dan akhlak. Orang tua dituntut memberikan keteladanan, membangun komunikasi yang baik serta melakukan pendampingan terhadap anak dalam menghadapi derasnya arus informasi digital.

Sedangkan Muhammad Suhaili dalam paparannya mengangkat perspektif maqashid syariah dan kebijakan publik Islam dalam memperkuat ketahanan sosial.

Ia menekankan pentingnya kebijakan yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat, termasuk perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan dan harta. Dalam konteks Aceh, sinergi pemerintah, ulama, akademisi, lembaga pendidikan, keluarga dan organisasi kemasyarakatan dinilai penting untuk menghadapi tantangan sosial di era digital.

Seminar juga diisi sesi tanya jawab dan diskusi bersama peserta. Forum tersebut diharapkan dapat melahirkan rekomendasi konstruktif bagi penguatan dakwah, pendidikan, keluarga, generasi muda dan kebijakan publik di Kota Langsa dan Aceh.

Usai seminar, kegiatan dilanjutkan dengan upgrading dan pembekalan pengurus DDII Kota Langsa yang baru dilantik untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memantapkan program kerja periode 2026–2031.

Dengan kepengurusan baru tersebut, DDII Kota Langsa berkomitmen memperkuat dakwah yang santun, ilmiah dan solutif serta membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.

Semangat yang diusung kepengurusan DDII Kota Langsa periode 2026–2031 adalah “Bersama Menguatkan Dakwah, Membangun Umat, Menebar Manfaat.”(id94)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement