Breaking News
Memuat breaking news...

Dekan FTIK UIN Syahada Minta Mahasiswa Jadikan Magang Ruang Asah Kompetensi

Redaksi
Redaksi
Rabu, 9 September 2026 - 5.13 PM WIB
Dekan FTIK UIN Syahada Minta Mahasiswa Jadikan Magang Ruang Asah Kompetensi
Dekan FTIK UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. Hamka, M.Hum foto bersama dengan mahasiswa peserta magang saat pelepasan, Selasa (8/9/2026). wWspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

P. SIDIMPUAN (Waspada.id): Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (Syahada) Padangsidimpuan, Dr. Hamka, M.Hum., berpesan sekaligus meminta mahasiswa peserta magang untuk menjadikan magang sebagai ruang untuk mengasah kompetensi diri.

“Magang jangan dipandang sebatas formalitas untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi harus dijadikan sebagai ruang pembuktian kemampuan, mengasah kompetensi, sekaligus membangun karakter sebelum terjun ke dunia profesional,” kata Dr. Hamka, M.Hum., saat melepas 25 mahasiswa Prodi Tadris Biologi untuk melaksanakan magang, Selasa (8/9/2026).

Sebanyak 25 mahasiswa Prodi Tadris Biologi tersebut akan melaksanakan magang di tiga lokasi yang relevan dengan bidang keilmuan mereka, yakni Balai Taman Nasional Batang Gadis, Mandailing Natal; Satuan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan di Sibolga; serta Kebun Raya Sipirok, Tapanuli Selatan.

Pelepasan mahasiswa yang akan melaksanakan magang pada 8 September hingga 8 Oktober 2026 tersebut dihadiri Wakil Dekan, Kepala Bagian Tata Usaha FTIK UIN Syahada, Nasrul Halim Hasibuan, S.Ag., M.AP., serta jajaran dosen Program Studi Tadris Biologi.

Mahasiswa Prodi Tadris Biologi UIN Syahada Padangsidimpuan diabadikan setiba di lokasi magang. Waspada.id/ist. Dekan FTIK UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. Hamka, M.Hum., foto bersama dengan mahasiswa peserta magang saat pelepasan, Selasa (8/9/2026). Waspada.id/ist

Dr. Hamka menegaskan bahwa ruang kelas tidak boleh menjadi satu-satunya tempat mahasiswa belajar. Pengalaman langsung di lapangan justru menjadi momentum penting untuk menguji sejauh mana teori yang dipelajari mampu diterapkan dalam menghadapi persoalan nyata.

Menurutnya, mahasiswa akan berhadapan dengan situasi yang menuntut lebih dari sekadar penguasaan materi. Kemampuan berkomunikasi, beradaptasi, bekerja sama, mengambil keputusan, disiplin, serta bertanggung jawab menjadi kompetensi yang tidak kalah penting.

Karena itu, mahasiswa diminta aktif mengambil peran selama menjalani magang. Setiap persoalan yang ditemui di lapangan hendaknya dijadikan pengalaman untuk belajar dan memperbaiki kemampuan diri.

Pada kesempatan itu, Dekan mengingatkan 25 mahasiswa tersebut agar menjaga nama baik FTIK dan UIN Syahada selama berada di lokasi magang, sebab perilaku mahasiswa di lapangan secara tidak langsung menjadi cerminan institusi.

“Kalian tidak hanya membawa diri sendiri, tetapi juga membawa nama FTIK dan UIN Syahada. Tunjukkan bahwa mahasiswa kita memiliki kompetensi, etika, dan karakter yang baik,” pesannya.

Ia menegaskan, keberhasilan mahasiswa setelah menyelesaikan magang tidak semata-mata ditentukan oleh nilai atau laporan kegiatan.

“Jadikan setiap pengalaman selama magang sebagai bekal. Apa yang kalian temukan di lapangan akan menjadi bagian dari proses membentuk diri menjadi tenaga profesional,” ujarnya.

Dekan berharap mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut secara serius, menjaga integritas, dan mampu menunjukkan kontribusi positif di tempat magang.

Ketua Prodi Tadris Biologi FTIK UIN Syahada, Wilda Rizkiyahnur Nasution, M.Pd., juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan magang sekadar formalitas untuk memenuhi tuntutan kurikulum.

“Manfaatkan waktu sebaik mungkin. Serap ilmu praktis dari pembimbing di lokasi, jalin hubungan yang baik, dan perluas wawasan agar kompetensi kalian semakin matang dan siap bersaing,” ujarnya.

Ia mendorong mahasiswa aktif bertanya, mengamati, dan mencatat berbagai pengalaman selama berada di lapangan. Menurutnya, semakin banyak persoalan nyata yang dipelajari, semakin luas pula wawasan mahasiswa dalam memahami penerapan ilmu biologi. (Id.46)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement