Delapan Bulan Pascabanjir Bupati Minta Sabar, Korban Bencana: Bila Tidak Bersabar Dari Dulu Sudah Mendatangi Kantor BupatiDelapan Bulan Pascabanjir Bupati Minta Sabar, Korban Bencana: Bila Tidak Bersabar Dari Dulu Sudah Mendatangi Kantor Bupati

BIREUEN (Waspada.id): Masalah penyaluran bantuan pascabanjir di Kabupaten Bireuen kembali mencuat saat kunjungan kerja Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Sejumlah warga korban mengeluhkan hingga delapan bulan berlalu, mereka belum menerima bantuan berupa dana perabotan maupun Bantuan Jatah Hidup (Jadup).
Keluhan ini disampaikan langsung oleh para ibu korban banjir di hadapan Wakil Presiden saat peninjauan pembangunan Jembatan Kuta Blang, Kamis (6/8).
Bupati Bireuen, H. Mukhlis, mengakui bahwa penyaluran bantuan tersebut belum merata ke seluruh masyarakat. “Ada yang sudah menerima, namun ada juga yang belum. Bayangkan, ada 700 rumah yang hanyut terbawa arus dan sebanyak 22 ribu rumah lainnya mengalami kerusakan,” papar Bupati di hadapan Wapres dan para korban.
Mukhlis memohon kepada seluruh warga yang terdampak agar dapat bersabar menunggu proses tersebut selesai. Ia menambahkan, seluruh data kebutuhan dan daftar penerima bantuan telah dikirimkan ke pihak pusat di Jakarta.
Namun, permohonan kesabaran tersebut mendapat tanggapan lugas dari para korban yang telah menunggu lama. Mereka menyatakan bahwa selama delapan bulan ini mereka terus berusaha bersabar.
“Jika kami tidak bersabar, sudah lama mendatangi Kantor Bupati” ujar seorang ibu korban banjir dengan tegas di hadapan Wakil Presiden Gibran. (id73)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda