Delapan Santri Misbahul Ulum Ikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026 di JakartaDelapan Santri Misbahul Ulum Ikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Jakarta

LHOKSEUMAWE (Waspada.id): Pesantren Modern Misbahul Ulum kembali menorehkan catatan penting dalam kiprah kepramukaan. Sebanyak delapan santri resmi dilepas untuk mengikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026 yang sudah dilangsungkan sejak 12 hingga 21 Agustus di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta.
Direktur Pesantren, Ustaz Martunis, S.Pd., Gr., M.Hum., M.Pd., Kepada Waspada.id, Jumat (14/8/26) siang, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan santri Misbahul Ulum lolos seleksi hingga mewakili Kota Lhokseumawe. “Ini merupakan prestasi yang membanggakan dan menjadi kehormatan bagi Pesantren Modern Misbahul Ulum,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kepramukaan sebagai wadah pembentukan karakter. “Kepramukaan mengandung banyak nilai pendidikan yang bermanfaat bagi pengembangan diri dan pembentukan karakter santri,” katanya.
Pembina Kepramukaan Misbahul Ulum, Ustaz Darwin, S.Pd., berharap para peserta mampu menjaga nama baik almamater. “Mudah-mudahan mereka dapat menampilkan kemampuan terbaik sehingga nama Misbahul Ulum semakin dikenal di tingkat nasional,” tuturnya.
Darwin menjelaskan, para santri harus melalui tahapan seleksi ketat, mulai dari pendaftaran daring, tes Safe from Harm, tes kecakapan Pramuka, hingga pemenuhan syarat Tanda Kecakapan Khusus (TKK). Beberapa di antaranya bahkan menyandang predikat Pramuka Garuda. “Alhamdulillah, tahun ini santri Misbahul Ulum perdana ikuti Jambore Nasional,” ungkapnya.
Kontingen Misbahul Ulum terdiri dari empat santri putra dan empat santri putri:
Putra: Muhammad Rizki Fatih (kelas 5C), Mulkan Azima (kelas 4A), Ammar Syafiq Aprianda (kelas 4A), dan Fauzul Fikry (kelas 4B).
Putri: Zivanna Mieka Qansha (kelas 4D), Nahrisyah (kelas 4E), Alya Khaira (kelas 4F), dan Rizka Ramadhani (kelas 3F).
Salah seorang peserta, Muhammad Rizki Fatih, mengaku bersyukur atas kesempatan yang diperoleh. “Terima kasih kepada para pembimbing, kami berkomitmen mengharumkan nama Pesantren pada Jambore Nasional XII Tahun 2026,” pungkasnya.
Keikutsertaan perdana santri Misbahul Ulum dalam Jambore Nasional menjadi tonggak bersejarah. Lebih dari sekadar ajang pertemuan Pramuka, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran karakter, kepemimpinan, dan kebersamaan lintas daerah.
Dengan semangat yang dibawa delapan santri tersebut, Misbahul Ulum meneguhkan komitmennya untuk terus melahirkan generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan siap mengharumkan nama daerah di panggung nasional. (id70).
























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda