Breaking News
Memuat breaking news...

Delapan Unit Alat Berat Bersihkan Sedimen Upstream Bendung D.I. Jambo Aye-Langkahan

Redaksi
Redaksi
Selasa, 1 September 2026 - 5.52 PM WIB
Delapan Unit Alat Berat Bersihkan Sedimen Upstream Bendung D.I. Jambo Aye-Langkahan
Ketua Unit Pengelolaan Irigasi (UPI) D.I. Jambo Aye-Langkahan, Ir. Setia Budi, S.T., M.T., bersama sejumlah tokoh masyarakat Aceh Utara dan Aceh Timur, serta Keujruen Blang, turun langsung ke lokasi bendung, Selasa (1/9). (Waspada.id/Ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

ACEH UTARA (Waspada.id): Sebanyak delapan unit alat berat jenis ekskavator (beco) masih terus membersihkan penumpukan sedimen di area upstream bendung dan kantong lumpur Daerah Irigasi (D.I.) Jambo Aye-Langkahan, Senin (1/9). Pascabanjir besar, arus sungai terus membawa sedimen ke kawasan tersebut.

Langkah pengerukan intensif di area upstream bendung dan kantong lumpur D.I. Jambo Aye-Langkahan di Aceh Utara ini melibatkan empat unit ekskavator long arm dan empat unit ekskavator standar. Kegiatan ini dilakukan guna mengembalikan fungsi optimal suplai air irigasi bagi puluhan ribu hektare sawah petani di Aceh Utara dan Aceh Timur.

Tingginya volume lumpur memaksa para operator alat berat bekerja siang dan malam sejak 23 Agustus 2026. Imbas dari proses pembersihan sedimen dan debris yang masih berlangsung, pintu intake Bendung Jambo Aye terpaksa ditutup untuk sementara waktu.

Penutupan pintu intake dilakukan sesuai dengan hasil Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Penutupan Sementara Pintu Intake Bendung Jambo Aye dalam rangka pekerjaan pembersihan debris di bendung dan kantong lumpur pada 22 Agustus 2026.

Ketua Unit Pengelolaan Irigasi (UPI) D.I. Jambo Aye-Langkahan, Ir. Setia Budi, S.T., M.T., menjelaskan bahwa tumpukan sedimen di area upstream bendung dan kantong lumpur sudah terlalu tebal. Hingga saat ini, volume sedimen di area upstream yang berhasil diangkat telah mencapai lebih dari 11.000 meter kubik, sedangkan pengerukan di kantong lumpur sudah melebihi 10.000 meter kubik.

Setia Budi bersama sejumlah tokoh masyarakat Aceh Utara dan Aceh Timur, serta Keujruen Blang, telah turun langsung ke lokasi bendung.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Setia Budi mengestimasi masih ada sekitar 8.600 meter kubik sedimen di area upstream yang harus dibersihkan. Selain itu, pengerukan sedimen di kantong lumpur juga diperkirakan masih menyisakan lebih dari 5.000 meter kubik lagi.

Ia menambahkan bahwa penutupan sementara pintu intake Bendung Jambo Aye masih perlu dilakukan demi memberikan pelayanan maksimal kepada petani. Jika dipaksakan untuk dibuka sekarang, hal tersebut justru akan memengaruhi keberlangsungan suplai air bagi para petani di masa mendatang. (id71)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement