Breaking News
Memuat breaking news...

Destry Damayanti Tawarkan Strategi Baru untuk Memimpin BI

Redaksi
Redaksi
Kamis, 27 Agustus 2026 - 8.49 AM WIB
Destry Damayanti Tawarkan Strategi Baru untuk Memimpin BI
Destry Damayanti menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test sebagai calon Gubernur BI bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (26/8/2026).
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menawarkan visi untuk menjaga relevansi bank sentral di tengah perubahan ekonomi global sekaligus memperkuat kredibilitas BI dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Visi tersebut disampaikan Destry saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test sebagai calon Gubernur BI bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (26/8/2026).

Dalam pemaparannya, Destry mengusung tema “Sinergi Merah Putih untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia” yang diterjemahkan ke dalam tiga misi dan lima inisiatif strategis.

“Visi kami adalah menjadikan Bank Indonesia sebagai lembaga yang tetap relevan dalam merespons tantangan serta kredibel dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” kata Destry dalam uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Gubernur BI di Komisi XI DPR RI, Rabu, 26 Agustus 2026.

BI Tak Cukup Hanya Jaga Stabilitas

Destry menilai tantangan yang dihadapi perekonomian Indonesia semakin kompleks. Fragmentasi geopolitik, volatilitas pasar keuangan global hingga percepatan digitalisasi menuntut BI memperkuat bauran kebijakan.

Menurutnya, kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,29%, sedangkan inflasi pada Juli 2026 berada di level 2,88%.

Namun, Destry melihat masih terdapat ruang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi sejumlah sumber pembiayaan.

Salah satunya melalui peningkatan penyaluran kredit. Ia juga menyoroti masih adanya dana yang belum tersalurkan sebesar Rp2,548 triliun atau 21,8% dari plafon yang tersedia.

Penguatan pembiayaan untuk sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) juga menjadi perhatian dalam strategi yang ditawarkan Destry.

“Menjaga stabilitas saja belum cukup. Bank Indonesia juga perlu terus memperkuat bauran kebijakan agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Destry.

Dorong Sinergi dan Pertumbuhan

Bagi Destry, tantangan BI ke depan bukan hanya bagaimana menjaga stabilitas rupiah, inflasi dan sistem keuangan, tetapi juga memastikan kebijakan moneter dapat berjalan seiring dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, penguatan bauran kebijakan dan koordinasi dengan pemerintah menjadi bagian penting dari strategi yang ditawarkan dalam pencalonannya.

Dengan tema “Sinergi Merah Putih untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia”, Destry ingin menempatkan BI sebagai lembaga yang tetap kredibel dalam menjalankan mandat stabilitas, namun pada saat yang sama adaptif menghadapi perubahan ekonomi dan mampu memberikan ruang bagi pertumbuhan yang lebih kuat dan inklusif. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement