Destry Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Rupiah Menguat TajamDestry Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Rupiah Menguat Tajam

MEDAN (Waspada.id): Pasar keuangan memberikan respons positif terhadap pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI). Nilai tukar rupiah menguat tajam hingga menyentuh level Rp17.730 per dolar AS, sementara IHSG justru ditutup melemah, Senin (10/8).
Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan, rupiah bergerak konsisten menguat sepanjang sesi perdagangan. Rupiah bahkan sempat menyentuh level Rp17.730 per dolar AS sebelum akhirnya ditutup di posisi Rp17.750 per dolar AS.
Penguatan tersebut berlangsung ketika pasar mendapatkan kepastian mengenai calon tunggal pengganti Gubernur BI.
"Penguatan Rupiah tidak terlepas dari pencalonan tunggal Destry Damayanti sebagai suksesi Gubernur Bank Indonesia. Penguatan Rupiah bisa menjadi indikasi kuat bahwa pasar menerima pencalonan Gubernur BI saat ini," ujar Gunawan, Senin (10/8) sore.
Berbeda dengan rupiah, kinerja pasar saham justru berada di zona merah. IHSG ditutup melemah 0,69 persen ke level 6.365,374.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 6.362 hingga 6.462. Indeks mulai masuk zona merah menjelang berakhirnya sesi perdagangan pertama dan akhirnya ditutup melemah.
Menurut Gunawan, respons positif rupiah terhadap pencalonan Destry menjadi sinyal bahwa pelaku pasar sejauh ini tidak melihat adanya gejolak besar terkait arah kebijakan moneter BI ke depan.
Arah kebijakan moneter BI dinilai sudah mulai tergambar. Namun, faktor yang paling penting bagi pasar adalah bagaimana menjaga independensi bank sentral sehingga tidak memunculkan respons negatif dari pelaku pasar.
"Independensi BI tetap terjaga dan tidak memicu respon negatif pasar," kata Gunawan.
Rupiah Redam Tekanan Geopolitik
Penguatan rupiah juga menjadi perhatian karena terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Harga minyak mentah dunia jenis Brent masih berada di kisaran US$84 per barel. Lonjakan harga minyak tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi geopolitik dan potensi gangguan pasokan energi.
Namun, sentimen positif dari pencalonan Destry sebagai calon tunggal Gubernur BI dinilai mampu mengeliminasi sebagian tekanan negatif tersebut terhadap rupiah.
Dengan demikian, pasar domestik untuk sementara masih mampu menunjukkan ketahanan meski menghadapi tekanan eksternal yang cukup besar.
Emas Bertahan di Tengah Minyak Naik
Sementara itu, harga emas dunia masih relatif stabil di kisaran US$4.339 per troy ounce atau sekitar Rp2,48 juta per gram.
Gunawan mengatakan emas masih mampu bertahan meski sentimen pasar global memburuk dan harga minyak mentah mengalami kenaikan.
Kondisi tersebut menarik karena secara historis kenaikan harga minyak dapat memicu kekhawatiran terhadap inflasi. Pada akhirnya, kondisi itu berpotensi mendorong spekulasi mengenai kenaikan suku bunga acuan.
Jika ekspektasi kenaikan bunga meningkat, dolar AS biasanya menjadi lebih menarik bagi investor sehingga berpotensi menekan harga emas.
Namun, untuk saat ini emas masih mampu bertahan di level yang relatif tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa ketidakpastian geopolitik dan kebutuhan investor terhadap aset lindung nilai masih menjadi faktor penting yang menopang harga emas.
Pasar kini akan mencermati perkembangan proses pencalonan Destry Damayanti serta bagaimana arah kebijakan BI ke depan, terutama terkait stabilitas rupiah, inflasi, dan respons bank sentral terhadap dinamika ekonomi global. (id09)
































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda